“JITAK” DIBALAS “PUSH UP”

Oleh : J. Haryadi

Suatu pagi, disebuah kelas pada sebuah lembaga pendidikan calon perwira polisi sedang diadakan persiapan belajar. Hari itu merupakan hari pertama belajar, kebetulan saat itu yang mengajar adalah seorang perwira menengah.

Seperti biasa, sebelum acara belajar dimulai, didahului dengan upacara penghormatan dan laporan persiapan belajar dari ketua kelas kepada sang Pengajar. Kemudian sang perwira mulai memegang absen dan mulai mengabsen siswa satu persatu sambil bertanya tentang asal-usul siswa tersebut.

Absen dimulai dari abjad A terurut naik sampai Z.

“Andika !”, hardik sang perwira.

“Siap !”, jawab siswa.

“Asal dari mana ?”

“Siap ! Lampung Komandan…”

“Ceritakan tentang Keluargamu ?”

“Siap ! 1 Istri 3 Anak, Yang pertama laki-laki, SMP kelas 3, yang kedua laki-laki, SMP kelas 1 dan yang bungsu perempuan, SD kelas 5.”

Begitulah, satu persatu mendapat giliran ditanya oleh sang perwira. Kini giliran siswa yang bernama Sudirman mendapat giliran diabsen dan ditanya.

“Sudirman !”

Entah lagi ngelamun atau sedang apes, ketika dipanggil, siswa tersebut tidak langsung menjawab, sehingga dipanggil untuk yang kedua kalinya dengan nada lebih keras.

“Sudirman !!”

“Siap Komandan !”

“Kenapa kamu tidak langsung menjawab !”

“Siap ! Anu….e..siap salah komandan !”

“Sudirman ! kamu kedepan !”

Dengan langkah tergopoh-gopoh siswa tersebut langsung berlari menghadap ke depan kelas dan mengambil sikap sempurna dengan sebelumnya memberi hormat.

“Nama lengkap kamu Sudirman Komarudin, benar ?”

“Siap komandan !”

“Kamu berasal dari Cirebon !?!”

“Siaaaaap komandan !”

Sang guru kemudian berdiri mendekati siswa tersebut. Mata sang guru tertuju ke name card yang ada di dada siswa yang ternyata tidak terpasang dengan sempurna, agak miring kekanan. Dasar lagi apes kali ya.

“Kenapa nama kamu miring begini ?”, hardik sang guru sambil menunjuk name card yang terpasang miring.

“Si..siap salah komandan !”

“Kamu tahu kesalahan kamu ?”

“Siap komandan !”

“Push up 30 kali !”

Dengan sikap sempurna sang siswa langsung mengambil sikap dan melaksanakan perintah sang guru.

Setelah puas memberi hukuman kepada siswa tersebut, sang Komandan memberi peringatan kepada siswa lainnya,”Kalian tahu, Sudirman ini pantas diberi hukuman berat ! Dia adalah siswa yang tidak tahu sopan santun dan tidak disiplin. Sekecil apapun pelanggaran disiplin pasti akan mendapat hukuman. Apakah kalian semua mengerti ?”.

“Siaaap ! mengerti komandan !”, jawab seluruh siswa serentak.

Sang guru lalu mendekati siswa calon perwira tersebut yang masih berdiri dengan sikap sempurna, lalu membisikkan sesuatu ketelinga siswa tersebut menggunakan bahasa Cirebonan. Beberapa saat lamanya sang siswa tertegun seperti sedang memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian muka siswa menjadi bertambah merah dan bibirnya tersenyum kecut.  Apa sebenarnya yang sedang terjadi ?

Ternyata guru tersebut mengucapkan sebuah kalimat yang tak mungkin ia lupakan seumur hidupnya. Kalimat tersebut pernah ia ucapkan belasan tahun silam ketika ia masih duduk di bangku SMA. Ia masih ingat ketika itu ia duduk dibangku ketiga dari depan, persis dibelakang bangku Jatmiko, teman sekelasnya yang bertubuh kurus. Setiap kali ia dipanggil ke depan oleh guru kelasnya untuk mengerjakan PR, ia selalu “menjitak” kepala Jatmiko, si kurus pendiam tetapi pintar itu. Tindakan iseng itu selalu ia lakukan sambil mengucapkan kata-kata ledekan ke Jatmiko. Tentu saja Jatmiko tak berani berbuat apa-apa kecuali mengeluh karena postur tubuh Sudirman yang atletis dan jawara gelut di sekolahnya.

Ketika tamat SMA, kedua sahabat tersebut berpisah. Sudirman daftar masuk Secaba Polri berhasil lulus dan langsung masuk pendidikan, sementara Jatmiko daftar Akpol di kota lain dan juga diterima. Sejak berpisah sekolah, mereka belum pernah bertemu. Kebetulan keduanya setelah diterima menjadi anggota Polri mendapat tugas ditempat yang berbeda. Setelah belasan tahun berlalu, Sudirman mendapat promosi untuk mengikuti sekolah calon perwira (Secapa Polri), sementara Jatmiko sudah menjadi perwira menengah Polri dan bertugas sebagai Gumil (guru militer) di lembaga tersebut. Tanpa sengaja keduanya bertemu. Sebelumnya Jatmikolah yang terlebih dahulu mengetahui keberadaan temannya tersebut setelah melihat absen calon siswanya. Apalagi setelah nama dan asal sekolah siswa tersebut sama dengan data temannya yang nakal tersebut. Namun sebaliknya Sudirman sudah tidak mengenali Jatmiko karena tubuhnya yang sudah gemuk dan berisi serta tampak berwibawa, jauh dari penampilan jatmiko yang terlihat kurus dan tidak pede.

Setelah siswa tersebut mengetahui bahwa yang berada dihadapannya adalah temannya sendiri, ia hanya bisa tersenyum getir. Ia sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan teman yang pernah dilecehkannya dulu ketika masih di SMA. Sang guru lalu menceritakan kepada siswa lainnya bahwa mereka dulu adalah teman sekelas dan menceritakan kelakuan konyol Sudirman ketika di SMA. Semua siswa yang tadinya pucat, serius dan tegang akhirnya berubah arah menjadi tersenyum dan tertawa mendengar cerita dari sang guru. Hal itu menjadi pelajaran yang berharga bagi semua siswa bahwa kita harus bisa menghargai teman sendiri dan jangan pernah melecehkannya, karena nasib dan masa depan seseorang siapa yang tahu ?

Sang guru lalu menitipkan temannya tersebut kepada teman-teman pengajar lainnya agar tidak segan-segan ”menjewer” temannya itu jika ia nakal. Akhirnya karena selalu diperhatikan oleh para pengajar lainnya, siswa tersebut menjadi malu dan berusaha  berbuat yang terbaik dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun. Ketika lulus dari Secaba ia menjadi lulusan terbaik di angkatannya.

* * *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: