MAKNA DIBALIK HIJRAH

Oleh : Ustad Aang Baden Rijalurrahman

Perintah hijrah pertama kali diterima oleh Rasullullah Muhammad S.A.W. ketika kondisi keselamatan beliau terancam oleh kaum Quraisy yang akan membunuhnya. Saat itu kondisi kota Mekah sudah tidak aman bagi kaum muslimin. Sebagian besar penduduk Mekah yang menjadi pengikut beliau sudah meningggalkan kota tersebut menuju Madinah, namun beliau sendiri masih tetap tinggal disana sambil menunggu saat yang tepat yaitu datangnya wahyu dari Allah S.W.T.

Perjalanan hijrah Rasullullah ke kota Madinah penuh dengan rintangan dan bahaya. Saat itu rumah beliau sudah terkepung para pembunuh kaum Quraisy yang sudah siap mengahabisi nyawa beliau, tapi berkat mukjizat dari Allah, beliau bisa pergi menyelinap dengan selamat. Semua para pengepung rumah beliau dibuat tertidur pulas atas kuasa Allah , sehingga beliau bisa pergi melintasi mereka tanpa diketahui. Mereka terkejut ketika hari sudah menjelang pagi dan mendapati Muhammad sudah tidak berada di rumahnya.

Lolosnya beliau dari rumah membuat para pemburunya berang dan marah. Pencarian dan pengejaranpun terus dilakukan. Rasulullah yang saat itu pergi ke rumah Abu Bakar segera merencanakan pelarian mereka menuju gua Thaur melalui jalan pintas yang tidak diketahui oleh banyak orang. Selanjutnya Muhammad dan Abu Bakar tinggal dalam gua selama tiga hari. Selama kedua orang itu berada dalam gua, tiada hentinya Muhammad menyebut nama Allah. KepadaNya ia menyerahkan nasibnya itu dan memang kepadaNya pula segala persoalan akan kembali.

Sementara itu pihak Quraisy berusaha sungguh-sungguh mencari Rasullullah tanpa mengenal lelah. Betapa tidak, para pengejar akan mendapat hukuman dari para pembesar Quraisy yang memerintahkan mereka apabila tidak berhasil menyusul Muhammad dan mencegahnya berhubungan dengan pihak Yathrib. Pencarian dan pengejaran mereka memang tidak sia-sia, sehingga akhirnya mereka berhasil menemukan jejak Muhammad menuju gua tersebut.

Para pemuda Quraisy yang terdiri dari berbagai perwakilan kelompok itu kemudian datang. Dengan pedang terhunus dan amarah yang besar mereka mondar-mandir mencari ke segenap penjuru. Tidak jauh dari gua Thaur itu mereka bertemu dengan seorang gembala, kemudian bertanya :

“ Apakah saudara melihat seseorang melalui jalan ini menuju gua itu ?”, tanya mereka kepada pengembala itu sambil telunjuknya mengarah ke gua yang tak jauh dari mereka.

“Mungkin saja pak mereka ada dalam gua itu, tetapi maaf pak ….saya tidak melihat ada orang yang menuju ke sana”, jawab pengembala itu.

Ketika mendengar jawaban pengembala itu Abu Bakar ketakutan, keringat dingin keluar dari tubuhnya. Ia betul-betul khawatir pasukan liar tersebut benar-benar akan masuk ke dalam gua untuk membunuh mereka. Dia menahan napas dalam-dalam dan berusaha tidak bergerak. Kemudian orang-orang Quraisy itu datang dengan menaiki gua itu, tapi tak lama kemudian mereka turun lagi.

“Kenapa kau tidak menjenguk ke dalam gua ?” tanya rekan-rekannya.

“Banyak sarang laba-laba di tempat itu dan kelihatannya memang sudah ada sejak dulu. Saya juga melihat ada dua ekor burung dara hutan di lubang gua itu. Jadi rasanya tidak mungkin ada orang di sana”, jawabnya.

Rasulullah terus berdoa meminta pertolongan dan perlindungan Allah, sementara itu Abu Bakar semakin menggigil ketakutan. Abu Bakar merapatkan diri kepada Muhammad sambil berbisik di telinganya, “Kalau mereka ada yang menengok ke bawah pasti akan melihat kita.”

“Jangan bersedih hati. Tuhan bersama kita.”, jawab Muhammad.

Orang-orang Quraisy makin yakin bahwa dalam gua itu tak ada manusia, apalagi mereka melihat ada cabang pohon yang terkulai di mulut gua itu. Tak ada jalan orang akan dapat masuk ke dalamnya tanpa menghalau dahan-dahan itu. Ketika itulah mereka lalu kembali dan meninggalkan gua itu. Kepercayaan dan iman Abu Bakar bertambah besar kepada Allah dan kepada Rasul.

“Alhamdulillah, Allahuakbar!,” kata Muhammad kemudian.

Sarang laba-laba, dua ekor burung dara dan pohon. Inilah mujizat yang diceritakan oleh buku-buku sejarah hidup Nabi mengenai masalah persembunyian dalam gua Thaur itu. Dan pokok mujizatnya ialah karena segalanya itu tadinya tidak ada. Tetapi sesudah Nabi dan sahabatnya bersembunyi dalam gua, maka cepat-cepatlah laba-laba menganyam sarangnya guna menutupi orang yang bersembunyi dalam gua itu dari penglihatan para pencarinya. Dua ekor burung dara datang pula lalu bertelur di jalan masuk. Sebatang pohonpun tumbuh di tempat yang tadinya belum ditumbuhi.

Dari cerita singkat diatas dapat kita simak betapa Allah selalu mau melindungi hambanya kapanpun dan dimanapun jika hambanya memang memerlukan bantuanNya. Kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya, demi kebenaran, keyakinan dan iman diatas terekam dan diabadikan dalam Al-Qur’an :

“Ingatlah tatkala orang-orang kafir (Quraisy) itu berkomplot membuat rencana terhadap kau, hendak menangkap kau, atau membunuh kau, atau mengusir kau. Mereka membuat rencana dan Allah membuat rencana pula. Allah adalah Perencana terbaik.” (Qur’an, 8: 30)

“Kalau kamu tak dapat menolongnya, maka Allah juga Yang telah menolongnya tatkala dia diusir oleh orang-orang kafir (Quraisy). Dia salah seorang dari dua orang itu, ketika keduanya berada dalam gua. Waktu itu ia berkata kepada temannya itu: ‘Jangan bersedih hati, Tuhan bersama kita!’ Maka Tuhan lalu memberikan ketenangan kepadanya dan dikuatkanNya dengan pasukan yang tidak kamu lihat. Dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itu juga yang rendah dan kalam Allah itulah yang tinggi. Dan Allah Maha Kuasa dan Bijaksana.” (Qur’an, 9: 40)

Dalam pandangan Islam, melakukan hijrah adalah perbuatan yang baik dan dianjurkan apabila kondisi kita ditempat yang sekarang tidak kondusif untuk kehidupan kita. Kadang kala kita memaksakan untuk tidak meninggalkan tempat kita hanya karena tidak ingin jauh dan berpisah dengan saudara atau kerabat terdekat, seperti pepatah Jawa “Mangan ora mangan ngumpul “.

Kita harus bisa mengambil hikmah dan teladan dibalik peristiwa hijrah yang dialami oleh Rasulullah. Apabila disuatu tempat kehidupan kita tidak mengalami perbaikan bahkan cenderung menurun, mengapa tidak mencari jalan kehidupan ditempat lain, misalnya dengan berpindah pekerjaan atau bisa juga beralih profesi. Mungkin selama ini kita tidak mau mencoba karena merasa takut tidak berhasil, tetapi kita tak pernah mau mencobanya. Sekarang tinggal pilih mana, tetap seperti dulu dengan kehidupan yang monoton yang tidak ada perubahan atau dengan hijrah ke tempat lain dengan sesuatu yang baru yang mungkin saja kita bisa berhasil. Tentu saja kita tetap harus berjuang, bekerja keras dan selalu berdoa, beribadah mendekatkan diri kepada Allah S.W.T.

Tak ada orang lain yang bisa mengubah kehidupan kita jika kita tidak mau mengubahnya. Hijrah adalah salah satu alternatif yang dianjurkan oleh Allah menuju kehidupan yang lebih baik. Tak ada yang tidak mungkin kalau Allah sudah menghendakinya. Bergeraklah menuju sesuatu yang lebih baik. Allah maha besar dengan segala Firman-Nya.

* * *

Tentang Penulis : Ustad Aang Baden Rijalurrahman menjabat sebagai Pembina Yayasan Miftahul ‘Ulum Cihanjuang dan juga sebagai Kepala Sekolah R.A. Miftahul ‘Ulum Cihanjuang.

Penulis bisa dihubungi melalui : Handphone : 081280722081

Advertisements

One response

  1. makna hijrah bukan hanya jasad berpindah, tapi yang penting sekarang adalah hijrah hati, contoh :
    – sholat lima waktu asalanya dinanti-nanti menjadi on time, bukankan sholat yang baik itu awal waktiha?
    – hari2 kemaren kita tidak pernah atau jarang sholat sunnah rowatib, mari sekarang mulai membiasakannya
    – dalam sehari biasakan selalu membaca Al-Qur’an beserta artinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: