Gadis Tetangga Kios

Cerpen
Oleh J. Haryadi

Hampir setiap hari aku melihatnya, terutama ketika aku sedang menjaga kios tempat aku berkerja. Gadis itu begitu manis, seksi dan betul-betul membuat darahku mendidih. Tapi dia begitu cuek, lewat didepan hidungku saja dia tidak menoleh atau menyapa. Memang kami belum berkenalan, tapi seharusnya dia mau melontarkan senyum sesekali ke kios ku, toh tidak akan mengurangi kecantikannya.

Gadis tinggi semampai, dengan rambut sebahu itu tampaknya berkerja di sebuah kantor tapi entah dimana. Yang jelas setiap jam 7.30 pagi dia pasti lewat di samping kios handphone-ku dimana aku berkerja. Kadang-kadang aku penasaran kemana ia hendak pergi. Setelah kuamati ternyata ia naik angkutan kota arah Cawang.

Memang dibelangku kiosku ada kompleks tentara. Paling jaraknya sekitar 100 m. Tapi penghuninya tidak banyak, perkiraanku sekitar 30 KK. Gadis itu nampaknya bersumber dari sana. Sebab tidak ada akses lain kecuali ke kompleks militer itu. Ya, jalan itu hanya punya satu jalan masuk, yaitu dari samping kiosku.

Setiap gadis itu lewat, ia tidak pernah digandeng oleh laki-laki atau ada yang mengantarnya. Kalaupun pulang ia hanya sendiri. Aku merasa ia belum punya pacar. Atau aku saja yang beranggapan begitu. Terserah, yang penting aku suka dia, peduli amat dengan statusnya.

Sudah satu bulan lamanya aku mengamati pujaanku. Berbagai cara aku lakukan agar kami bisa bertatap mata, tapi kesempatan itu tak pernah ada. Dia selalu jalan bagaikan robot, lurus kedepan dengan wajah yang dingin. Cuek ! Aku pernah pura-pura berdiri dipinggir jalan dekat kiosku, seakan-akan sedang mengerjakan sesuatu, padahal aku sedang mencari kesempatan menunggu dia lewat di dekat ku. Aku menunggu kata-kata “permisi mas …” keluar dari bibirnya yang tipis, sehingga ada kesempatan untuk menyapanya. Tapi kesempatan itu tak pernah ada. Kembali lagi dia lewat dengan angkuhnya. Aku dianggapnya seperti patung batu. Yah…dia berlalu bagaikan angin !

Suatu saat, kesempatan itu datang juga. Saat itu aku sedang sibuk melayani pembeli yang sedang mau isi pulsa, tiba-tiba dua orang pengunjung datang. “Mas,….bisa isi pulsa ?”, kata gadis itu sambil tersenyum kearahku. Aku terkejut. Hampir saja jantungku copot ! Dia ternyata gadis yang sedang menjadi idolaku selama ini. Lelaki disebelahnya yang tampan dengan seragam militer mengapit erat gadis itu.

Sementara aku mengisi pulsa yang diminta, kudengar percakapan diantara mereka. Sang pria berseragam berkata “Dik, nanti kalau Papa pulang kantor, jangan lupa telepon papa dulu ya, sebab papa ada janji mau keluar kantor dengan teman papa ?”. Pujaanku menjawab “ ya mas, pasti aku telpon. Nanti mama masakin tembe bacem buah ayah !”.

Bagai petir disiang bolong, ternyata gadis yang kuincar sela ini adalah istri seorang perwira muda tentara. Sial…sial pikirku, pantas dia tidak menoleh sedikitpun padaku. Suaminya memang tidak pantas untuk dibandingkan denganku. Semua idaman wanita sudah ada padanya. Memang aku mestinya berkaca. Api cinta pun kupadamkan dengan paksa didakdaku. Toh masih ada gadis-gadis lain di muka bumi ini. Aku harus mencari lagi. Yah….mencari !

* * *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: