Musibah Membawa Rakhmat

Oleh : J. Haryadi

Beberapa puluh tahun yang lalu, ada seorang pemuda yang berprofesi sebagai sopir truk. Ia biasa membawa barang dagangan majikannya dari pulau Jawa ke Sumatera. Pekerjaan itu sudah rutin ia lakukan bertahun-tahun. Sebenarnya ia sudah lelah dan bosan dengan rutinitas pekerjaannya, tetapi demi perut tetap saja hal itu dilakukannya.

Sebagai sopir truk antar kota, apalagi yang jaraknya jauh, sudah menjadi rahasia umum kalau mereka istirahat sengaja memilih tempat di warung remang-remang. Alasannya, disamping ingin menghilangkan rasa capek dan jenuh, juga ingin menikmati hiburan segar, bercengkrama dengan wanita penghibur dan tentunya tak lupa meminum minuman keras.

Pak sopir, sebut saja namanya Pak Rudy (bukan nama sebenarnya) adalah sopir yang cekatan dan cerdas. Ia memikirkan jalan keluarnya agar hidupnya tidak selamanya dijalan. Suatu saat ada tawaran mengantar sayuran dari Sumatera ke Pulau Jawa. Tawaran tersebut tentu saja ia terima, sebab biasanya jika pulang sehabis mengantar barang ke Sumatera, ia biasanya kembali ke Jawa dengan muatan kosong. Saat itu ia mendapat ongkos yang cukup lumayan, sehingga koceknya bertambah tebal.

Pekerjaan mengantar barang dari majikannya ke Sumatera terus berlanjut dan setiap pulang ke Jawa ia selalu berusaha mencari muatan tambahan yang tentu saja masuk ke kocek pribadinya alias tidak di setor ke majikannya. Uang dari hasil usahanya itu selalu diupayakan ia simpan. Sampai suatu saat ia berhasil membeli kendaraan truk bekas dengan cara dicicil. Sejak saat itu ia berhenti berkerja dan memulai dunia baru sebagai seorang pengusaha truk.

Bertahun-tahun usaha itu ia lakukan sampai ia berumah tangga dan menjadi kaya. Suatu sa’at, ketika usahanya sedang berada di puncaknya, datang cobaan bertubi-tubi. Ketika itu ia telah memiliki 20 buah kendaraan roda empat, yaitu 5 buah mobil mini bus antar kota, 10 buah angkot, dan 5 buah truk. Belum termasuk kendaraan pribadi, beberapa sedan mewah keluaran terbaru dan beberapa bidang tanah.

Musibah diawali ketika salah seorang anaknya menabrak seseorang sehinga meninggal dunia. Puluhan juta ia keluarkan untuk memberi uang duka kepada keluarga korban. Belum lagi biaya berobat anaknya yang menderita patah kaki sehingga harus dioperasi dan dirawat beberapa bulan yang mengeluarkan uang puluhan juta rupiah.

Musibah kedua datang, ketika istri tercintanya terserang kanker otak dan mengharuskannya berobat ke sana kemari dan mengeluarkan biaya tidak sedikit, sampai akhirnya harus dioperasi ke Singapura dengan biaya ratusan juta rupiah. Mobilpun satu persatu mulai dijual untuk mengatasi masalah tersebut.

Musibah ketiga datang lagi, mertuanya mengalami sakit yang membutuhkan bantuannya untuk berobat. Terakhir orangtuanya sendiri yang juga mengalami kelumpuhan, sehingga memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Harta Rudy si orang kaya pun semakin menipis. Saking sibuknya mengurus keluarga yang sakit silih berganti, usah yang dikelolanya jadi terbengkalai. Roda Kehidupannya pun semakin terpuruk.

Atas saran seorang kerabat, Rudy mengundang seorang kiyai untuk memberikan saran dan nasehat agar jiwanya tenang dan mencari solusi atas masalah yang sedang ia alami. Lalu datanglah seorang Kiyai dan memberikan beberapa nasehat. Sambil bergurau sang Kiyai berkata “Jual saja mobilmu, lalu uangnya bagikan kepada orang yang tidak mampu, Insya Allah usahamu akan maju kembali dan masalahmu akan selesai.” Kiya itupun pamit untuk pulang dan sembari pulang sang Kiya berpikir tidak mungkin orang kikir itu mau menjual mobilnya untuk dibagikan ke fakir miskin.

Rupanya pak Kiyai tidak tahu kalau pak Rudy ini benar-benar sudah buntu akal dan mau bertobat, sehingga mau mendengar dan menjalankan semua nasehat yang disarankan Pak Kiyai. Mobil sisa satu-satunya yang terbaik yang masih dimilikinya benar-benar ia jual dan uangnya ia bagikan ke fakir miskin. Di sampin itu ia jadi rajin sholat di masjid dan melaksanakan puasa Senin Kamis secara rutin.

Niat tulus dan ikhlas yang dilakukan oleh pak Rudi ternyata membuahkan hasil. Lambat laun masalah yang menimpa keluarganyapun berangsur berkurang, walau ia harus rela melepaskan kepergian Istri tercintanya menghadap kekhadirat Illahi. Orang-orang yang dikasihinya yaitu mertua, orang tua dan anaknyapun berhasil disembuhkan penyakitnya. Usaha yang dikelola pak Rudy berangsur-angsur normal dan maju kembali.

Sejak bertobat, pak Rudi dikenal sebagai pengusaha yang dermawan. Ia selalu membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongannya. Perbuatan baik pak Rudi mendapat ganjaran langsung yang setimpal dari Allah SWT. Ia bahkan mengalami suatu keajaiban yang jarang terjadi. Tanah pak Haji yang luas berbatuan setinggi gunung yang ada di pinggir laut dan jauh dari kota ada yang berminat menyewanya. Padahal rasanya tanah tersebut mestinya dijual saja tidak akan laku karena lokasinya yang terpencil. Namun tiba-tiba ada sebuah perusahaan yang membutuhkan banyak batu untuk membangun tak jauh dari lokasi tanah miliknya. Dengan sewa tanah 50 juta sebulan selama 4 tahun batu yang ada dilokasi pak Rudy diambil oleh perusahaan tersebut. Tentu saja harta pak rudy kembali bertambah dan apa yang ia dapatkan sekarang jauh lebih banyak dari harta yang dia korbankan buat orang banyak. Wallahu’alam bilsawab.
***

Advertisements

4 responses

  1. bagus pak…….!!!!!!!
    saya setuju dengan pendapat bapak, bahwa Tuhan akan menerima taubat semua umat-NYA…………………………………………………..
    tapi dalam tulisan bapak masih ada kata-kata yang tidak baku.

  2. artikel ini sangat mendidik,karena mengandung nilai rohani yang dapat menyadarkan n mengubah tabiat seseorang yang buruk

  3. cerita ini cukup bagus untuk dibaca oleh para orang yang sedang merenungkan hidupnya, sebab karya tulis ini sangat membangun pada diri seseoraang, cerita ini yang membangun, baik dalam hal religius maupun mengubah tabiat yang jelek, saya bersukur telah dapat membaca artikel ini yang sangat membantu saya, dan membuat saya menyadari apa yang harus saya lakukan untuk selanjutnya.

  4. Semua peristiwa pasti ada hikmahnya.

    Tulisan ini juga pasti punya hikmah, kecuali buat mereka yang sudah ditutup telinga dan matanya oleh Allah swt.

    TFS

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: