Mantan Artis

Sebut saja namanya Rini (nama samaran), seorang mantan artis penyanyi pop rock asal Cimahi, Jawa Barat. Wajahnya cantik berkulit sawo matang. Suaranya bagus, serak-serak basah. Kalau sudah menyanyi, suaranya tinggi, serak dan sanggup bernyanyi dengan nada-nada panjang. Ia sebenarnya sudah cukup terkenal di Indonesia, apalagi beberapa sinetronnya sempat tayang di beberapa stasiun televisi. Bahkan saat kejayaannya, ia sempat menjadi idola beberapa kaum muda. Kalau saja ia masih bisa bertahan dalam blantika musik Indonesia dan di bimbing oleh orang yang tepat, sebenarnya bisa saja ia menggantikan seniornya Nike Ardila (almarhum) atau Hari Mukti (pensiun jadi artis, sekarang aktif sebagai seorang da’i). Tapi itu dulu, sekarang nasib berkata lain.

Kehidupan Rini saat ini sangat jauh dengan kehidupan artis-artis muda yang sedang bertengger di papan atas negeri ini. Namun gaya hidup artis masih tersisa dalam kesehariannya. Semangat artisnya masih saja menggebu-gebu, namun tampaknya ia sudah tidak semuda dulu lagi dan tidak mudah mengulangi kesuksesan yang pernah diraihnya.

Sesekali Rini masih mendapat job dari orang-orang yang masih mengenalnya. Namun jadwal manggungnya sudah tidak sepadat dulu. Ia cukup sibuk dengan rutinitas kesehariannya sebagai seorang single parent yang harus menghidupi anak-anaknya. Rumah tangganya sudah lama kandas dihantam badai, padahal sudah dua kali ia mencobanya. Predikat janda kini melekat padanya. Sempat ada gosip bahwa ia sedang di dekati seorang Bos bermata sipit yang sudah cukup berumur asal Jakarta. Bos itu berencana mau menjadikannya sebagai istri simpanan, namun Rini dengan halus menolaknya.

Anak Rini yang tertua, hasil hubungan gelapnya dengan seorang kakak mantan artis rock terkenal asal Bandung ternyata terjerat narkoba. Kini anak tersebut sekolah di sebuah sekolah di daerah Bandung Utara. Anak Rini yang paling kecil bersekolah di sebuah sekolah negeri di kota Cimahi. Hampir setiap hari biasanya Rini mengantar anak bungsunya itu ke sekolah, namun jika ia sedang mendapat job menyanyi, ada seorang kepercayaannya yang selalu mengantar dan menjemput anaknya tersebut.

Sudah menjadi kebiasaan Rini, ia kerap kali mengobrol dan bercanda bersama ibu-ibu muda yang sama-sama menunggui anak mereka sekolah. Ia memang orang yang supel, mudah bergaul dan ramah. Ia tidak memilih-milih dalam bersahabat. Justru ibu-ibu lainnya itu terkadang segan dan minder jika dekat dengannya. Maklum, aura keartisannya memang masih tetap memukau. Bahkan beberapa ibu muda tersebut ada yang pernah menjadi sampai fansnya sampai sekarang.

Saat musim kampanye pemilu legislatif tiba, Rini mendapat pinangan dari salah seorang ketua Parpol di Cimahi untuk menjadikannya sebagai calon anggota legislatif. Jadi setiap kali mengobrol dengan ibu-ibu di sekolah, Rini pun tak lupa meminta mereka mendukungnya. Ketika ada salah seorang ibu menanyakan latar belakang pendidikannya, Rini dengan kalem menjawab bahwa ia sudah jadi sarjana. Tentu saja ibu-ibu lainnya yang tahu keseharian Rini agak sedikit kaget. Batapa tidak, setahu mereka Rini tak pernah kuliah, bagaimana mungkin bisa menjadi sarjana ?

Walau sudah tidak menjadi artis top lagi, namun gaya penampilannya yang modis masih menjadi ciri khas kesehariannya. Ketika mengobrolpun terkesan seolah-olah Rini masih sibuk dengan berbagai job menyanyi seperti dulu, walau kenyataanya tidak seperti itu. Tapi ibu-ibu yang kebanyakan ibu rumah tangga biasa ini tentu saja percaya, maklum mantan artis top yang berbicara.

Suatu hari salah seorang ibu muda yang juga teman Rini menunggu anaknya sekolah, sebut saja namanya Mama Damar, menawarkan kredit Hanphone kepada Rini dihadapan teman-temannya yang lain. Sudah menjadi keseharian Mama Adam berbisnis sampingan menjajakan bermacam-macam barang sebagai usaha sampingan membantu suaminya yang bekerja sebagai soeang buruh pabrik. Tawaran ini tentu tidak disia-siakan oleh Rini. Ia pun segera mengambil Handphone seharga satu jutaan tersebut dan berjanji akan mencicilnya mulai bulan depan.

Ketika waktu pembayaran tiba, Rini ternyata belum juga membayar cicilan handphone tersebut. Ketika ketemu di sekolah, Rini biasanya punya berbagai alasan untuk ngemplang membayar. Kadang-kadang ia mengatakan uangnya sedang dipinjam temannya yang lain. Kadang-kadang ia menjanjikan minggu depan. Ketika saatnya tiba, ia mencari lagi alasan baru. Begitu seterusnya hingga Mama Damar cukup kebingungan dibuatnya. Sementara Mama Damar bukanlah orang mampu, ia sendiri mencoba bisnis kredit handphone mendapat modal pinjaman dari saudaranya.

Akhir-akhir ini sang mantan artis sudah jarang ke sekolah. Bahkan anaknya pun kadang sekolah-kadang tidak. Mama Damar semakin khawatir melihat kondisi ini. Ia mulai kesulitan menghubungi Rini. Tentu saja masalah ini ia ceritakan kepada teman-temannya yang lain. Alangkah kagetnya Mama Damar setelah mendapat penjelasan beberapa temannya itu. Ternyata, bukan hanya Mama Damar yang dihutangi oleh Rini. Beberapa teman mereka yang lainnya pun bernasib sama dengannya. Ada yang dihutangi 50 ribu, 100 ribu, 300 ribu bahkan ada juga yang diatas 1 juta. Ketika mereka ditanya oleh temannya yang lain yang sudah hafal dengan sepak terjangnya Rini, mereka selalu menjawab “Ia kan mantan artis terkenal, nggak mungkinlah kalo enggak bayar”. Tapi begitulah kenyataanya. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.

Mama Damar tidak berputus asa. Ia mencoba mendatangi rumah mantan penyanyi pop rock tersebut yang terletak sebuah gang di tengah kota Cimahi. Alangkah kagetnya ternyata Rini sudah tidak di sana, baru pindah kira-kira seminggu yang lalu. Para tetangga tidak tahu ia pindah kemana. Setahu mereka, Rini masih meninggalkan tunggakan sewa rumah. Bahkan beberapa tetangga lainnya yang sempat mengobrol dengan Mama Damar mengatakan kalau Rini sudah terkenal banyak hutangnya. Sudah menjadi kebiasaannya kalau di suatu tempat ia sudah kebanyakan hutang, maka ia mencari tempat baru untuk melakukan hal yang sama. Mama Damar duduk lemas tak bisa berbuat apa-apa lagi. Matanya mulai berkaca-kaca membayangkan bagaimana ia harus menutupi hutang. Maksud ingin membantu suami justru jadi bumerang baginya.Wallahu’alam bil sawab.

* * *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: