Berguru Tak Perlu Malu

Oleh : J. Haryadi

Mencari ilmu bisa kemana saja, suka-suka anda, mau secara formal atau informal. Anda bisa saja mengikuti sekolah formal seperti perguruan tinggi misalnya, mengikuti kursus singkat atau ikut seminar-seminar yang topiknya sesuai selera dan minat anda. Atau anda lebih suka dengan membaca buku, majalah, surat kabar atau surfing di internet. Semua sama saja, intinya anda mencari ilmu.

Orang yang telah memiliki ilmu, apalagi jika baru lulus dari sebuah perguruan tinggi dan menyandang gelar tertentu, biasanya risih dan malu jika harus belajar dengan orang yang tidak punya gelar kesarjanaan. Seolah gelar telah mem-belenggu gerak langkahnya, karena dia telah terjebak dengan norma-norma yang dibuatnya sendiri. Ia terperangkap dengan jenjang atribut yang dikeluarkan pendidikan formal. Akibatnya rasa ego dan kesombongan keilmuan yang semu telah membutakan mata hatinya. Baginya gelar adalah batasan antara yang berilmu dan yang tidak berilmu, antara yang pintar dan yang bodoh, antara yang mampu dan yang tidak mampu.

Orang bijak berkata “pengalaman adalah guru yang paling baik”. Ilmu tanpa pengalaman akan pincang. Teori saja tidak cukup untuk membuat orang menjadi berilmu apalagi bijak ! Untuk dapat pengalaman, anda tentu saja harus mempraktekkan ilmu yang anda miliki. Waktulah nanti yang akan mengajarkan kepada anda betapa teori dan praktek itu kadang-kadang ada biasnya, sehingga semua degradasi pandangan keilmuan yang anda miliki akan hilang dengan sendirinya seiring dengan kematangan anda dalam mempraktekkan teori yang telah anda pelajari sebelumnya.

Kisah berikut bisa merupakan salah satu contoh cara mencari ilmu yang mungkin bisa ditiru bagi yang mampu menaklukkan hatinya sendiri. Suatu hari dua orang pemuda indekos ditempat yang sama. Kos-kosan itu hanyalah berupa rumah biasa yang ruangannya telah disulap dengan disekat-sekat menjadi kamar oleh pemiliknya. Lokasi mereka tinggal di sebuah gang kecil di kawasan Kramatjati, Jakarta Timur.

Pemuda yang pertama bernama Arif, pekerjaannya berdagang bahan bangunan dengan menggunakan gerobak di sebuah lapak kaki lima di pinggiran Jalan Raya Bogor, Kramatjati. Sedangkan pemuda yang kedua adalah seorang pengangguran bernama Rakhman.
Setiap pagi Arif sudah bangun dan melakukan aktifitas rutinnya seperti mandi, sholat subuh dan tentu saja menjaga lapaknya di kaki lima. Rakhman yang pengangguran biasanya hanya diam dirumah kos, pekerjaanya hanya di dalam kamar, membaca dan nonton tv.

Suatu hari Rakhman menemui Arif untuk mengutarakan maksudnya ingin berkerja padanya. Ia ingin belajar berkerja pada rekannya itu walaupun tanpa digaji sekalipun. Yang penting baginya adalah bisa belajar bagaimana caranya berdagang seperti yang dilakukan Arif. Ia ingin sekali mendapat ilmu dagang darinya.

Lamaran Rakhman diterima Arif atas dasar ingin menolong rekannya yang masih menganggur. Setiap hari rakhman dengan rajin mengikuti semua petunjuk dan nasehat yang diberikan Arif. Ia ikut mendorong gerobak dagangan ke lokasi usaha dan menjaga lapak mereka. Pelajaran pertama yang ia terima adalah menghapal harga-harga, lalu teknik menawarkan barang tersebut ke konsumen.

Sesekali Arif mengajak Rakhman berbelanja barang dagangan ke pasar Jatinegara. Di sana Rakhman belajar cara memilih barang yang akan mereka jual dan cara menawar barang dan yang akan mereka beli. Ia juga diberi tahu tempat-tempat yang menjual barang paling murah.

Arif memang guru yang baik bagi Rakhman. Sebagai orang yang berasal dari sebuah kampung di kota Serang yang kenyang dengan pendidikan pesantren, Arif begitu polos, lugu, jujur serta apa adanya. Ia berpendapat ilmu itu harus diamalkan, bukan untuk disimpan untuk dirinya sendiri. Semua ilmu berdagang yang ia miliki ia tularkan pada sahabatnya itu.

Rakhman selalu menolak bila diberi upah oleh Arif, tetapi tidak menolak untuk diberi makan. Bagi Arif, Rakhman adalah teman yang unik, penurut dan murid yang baik. Saat ini jarang ada orang kota yang berkerja tapi tidak mau dibayar. Selama empat bulan lamanya rakhman menjadi karyawan Arif.

Setelah merasa ilmu yang diperoleh sudah cukup, Rakhman mengutarakan maksudnya ingin mengundurkan diri. Ia tak lupa mengucapkan terima kasih atas semua ilmu yang telah ia dapatkan selama ini. Ia pamit untuk pulang ke rumah orangtuanya di Surabaya.

Beberapa bulan kemudian, Arif mendapat surat dari temannya itu. Dalam suratnya Rakhman mengatakan ia telah membuka toko material yang cukup besar di Batam. Tokonya saat ini laris sekali karena ramai pelanggannya. Semua yang ia lakukan belajar dari ilmu yang telah diturunkan oleh Arif, pedagang kaki lima yang yang hanya lulusan SMEA. Ia berterus terang bahwa selama ini menyembunyikan indetitasnya karena takut ditolak berkerja ditempat temannya. Ternyata Rakhman adalah anak orang kaya di daerahnya dan mempunyai gelar Sarjana Ekonomi dari sebuah perguruan tinggi negeri terkemuka.

Dua tahun kemudian Rahkman kembali menyurati Arif kalau ia telah berhasil memiliki rumah mewah dan beberapa mobil dari hasil usahanya itu. Bahkan saat ini ia sedang melebarkan sayapnya dengan membangun sebuah hotel di pulau Batam.

* * *

Advertisements

14 responses

  1. Saya se7 dengan pernyataan yg anda muat.
    Bayngkan apabila semua org malu2 pda saat mencari ilmu.
    Pasti “lebih” banyak lagi org2 kurang ilmu(saya perhalus dari kata bodoh).

    kunjungi blog saya yaaaaaa!
    cesar-barca-10.blogspot.com

    Cesar

  2. pak artikelnya bagus sekali…….hehehe…….

  3. Tulisan nya udah bagus, udah cukup dimengerti, di buat buku zz pak..
    hHe

  4. Pendapatnya gak da yang salah tuh Pak. Saya setuju ma pendapat Bapak, bahwa ilmu dapat dicari dimana saja baik formal maupun non formal.

  5. memang benar berguru tidak harus dengan orang lain atau prang yang lebih tua namun kita juga dapat bergu dengan pengalaman agar kita menjadi lebih baik, dan juga pada orang yang usianya di bawah kita juga gak papa ….jangan malu ya…….

  6. Assalamualaikum wr.wb
    pak aku dah gak tau lagi harus komentar apa lagi…apa yang sudah bapak tulis memang sangat tepat,sekarang banyak para pengangguran,tetapi malah orang yang menjadi pengangguran adalah orang-orang yang terpelajar..mungkin itu adalah salah satu masalah bagi para pelajar saat ini yang menyombonkan dirinya hanya karena gengsi…dan apa yang sudah bapak tulis akan menjadi masukan yang sangat berarti bagi saya pribadi..mungkin pa yang bapak tulis bagi saya adalah tutur kata yang tidak bisa saya lupakan.
    saya mengucapkan banyak terima kasih…
    Wassalamualaikum wr.wb

  7. yaps..
    artikel dari bapak cukup bagus lach..
    memeang benar belajar itu bisa dimana saja dan memeang sebuah jabatan yg tlh didptkan seseorang akn lbh membuat orang itu menjadi sombong serta sok berkuasa dan yg paling benar..
    orang akn lbh mudah terjarumus dlm kekuasaan yg tlh diberikan kedalam belenggu yg terikat..

  8. memang benar pak “experience is the best teacher”.
    artikel bapak memang bagus tapi ada sedikit kritikan,bahasanya masih ada yang tidak baku.Tapi bagus koq pak.

  9. memang benar sekali,, jika kita tidak bisa melakukan sesuatu hal yang mungkin orang lain tau, tidak ada salahnya jika kita itu bertanya. dengan demikian kita tidak akan malu jika ada yang bertanya kepada kita tentang hal itu.
    thx.

  10. memang bner pak pngalaman adlh ilmu yg paling baik. . . . komentar sy utk tulisan bpk memang sngt mnarik. . . .

  11. tulisan bpk memang sngt mnarik. . . . memang bnr pngalaman adlh ilmu yg paling baik. . . .
    saran sy, tulisan-tulisan bpk mndingan di buat versi bukunya.supaya org2 mdapat ilmu yg lebih dr tulisan2 bpk tsb. . . . . . . . . . . . .(~_~)

    thank’Z

  12. Saya setuju,sangat setuju
    hidup di dunia tidak harus selalu berguru kepada orang lain (baik formal ataupun non formal), sbenarnya Pengalaman Qtlah yang sangat berperan penting dalam kehidupan Qt, sangat berpengaruh terhadap tindakan Qt stelah Qt berada dalam dunia formal, dan Qt juga tidak harus melihat siapa “dia” untuk dijadikan tempat Qt berguru/belajar, karena belum tentu Qt selalu mempunyai ilmu dari dia, karena pengalaman Qt selalu berbeda.
    so OK banget,

  13. wah blog bapak bagus banget.

  14. pak tolong coment k blog sya ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: