<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Arinet66&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://arinet66.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arinet66.wordpress.com</link>
	<description>Membangun Bangsa Dengan Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Dec 2011 17:18:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arinet66.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Arinet66&#039;s Blog</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arinet66.wordpress.com/osd.xml" title="Arinet66&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arinet66.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SOLIDARITAS VERSI ITIK</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2011/11/05/solidaritas-versi-itik/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2011/11/05/solidaritas-versi-itik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 02:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[animal]]></category>
		<category><![CDATA[bebek]]></category>
		<category><![CDATA[binatang]]></category>
		<category><![CDATA[burung]]></category>
		<category><![CDATA[duck]]></category>
		<category><![CDATA[entog]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[itik]]></category>
		<category><![CDATA[kandang]]></category>
		<category><![CDATA[potong]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[unggas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : J. Haryadi Suatu hari, menjelang hari raya Idul Adha, saya memotong seekor itik jantan yang masih remaja. Itik tersebut memang sengaja diternakkan secara tradisional oleh ibu saya, tepat di belakang rumah, sebagai hiburan dalam mengisi waktu luang semasa tuanya. Itik yang dipotong ini adalah itik remaja yang terakhir, semula berjumlah 5 ekor, namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=224&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Oleh : J. Haryadi</p>
<p>Suatu hari, menjelang hari raya Idul Adha, saya memotong seekor itik jantan<br />
<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/11/itik-jantan-31.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-229" title="Itik jantan 3" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/11/itik-jantan-31.jpg?w=150&#038;h=115" alt="" width="150" height="115" /></a>yang masih remaja. Itik tersebut memang sengaja diternakkan secara tradisional oleh ibu saya, tepat di belakang rumah, sebagai hiburan dalam mengisi waktu luang semasa tuanya. Itik yang dipotong ini adalah itik remaja yang terakhir, semula berjumlah 5 ekor, namun semua saudara-2 seangkatannya sudah dijual oleh ibu saya ke pedagang unggas, kecuali masih tersisa 6 ekor itik kecil (adik-adiknya) dan orangtuanya (babon dan basor).</p>
<p>Ada pengalaman unik dan sangat menarik yang tidak bisa saya lupakan. Ketika itik tersebut selesai disembelih, itik-itik lainnya (adiknya dan orangtuanya) pada berdatangan ingin mendekatinya. Tentu saja saya mengusirnya, karena saya tidak mau itik tersebut stress melihat saudaranya sedang meregang nyawa. Biasanya, itik tersebut kalau didekati oleh kita pasti akan berlari menjauh karena takut ditangkap, namun hal yang terjadi justru sebaliknya. Semua itik yang ada seakan memaksa ingin mendekati itik yang sudah saya sembelih tersebut. Tentu saja saya tetap berusaha mengusir itik-itik tersebut agar menjauh dari lokasi itik yang sedang menanti ajalnya itu.</p>
<p>Anehnya, setiap kali diusir, itik-itik tersebut tetap memaksa untuk mendekati saudaranya yang sedang sekarat. Beberapa kali saya usir, mereka tetap nekat mendekatinya secara bergerombol, bahkan berani menerobos dibawah kaki saya dan merasa tidak takut.  Sampai itik yang dipotong meregang nyawa, itik lainnya akhirnya hanya bisa memperhatikan dari jauh dengan pandangan mata kosong, penuh tanda tanya.</p>
<p>Tiba-tiba saya punya ide, saya merasa penasaran ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh itik-itik tersebut jika mereka saya biarkan mendekat<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/11/itik-jantan-5.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-227" title="Itik jantan 5" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/11/itik-jantan-5.jpg?w=300&#038;h=208" alt="" width="300" height="208" /></a> saudaranya yang sudah mati itu.  Benar saja, ketika saya pergi menjauh, mereka segera menghampiri saudaranya dari jarak dekat, sekitar 1 meter. Mereka tidak menyentuh itik yang sudah mati tersebut, melainkan hanya memandangnya saja dengan terdiam, seakan mereka ingin mengucapkan salam perpisahan dan berkata dalam hati “<em>Selamat jalan saudaraku </em>“.</p>
<p>Beberapa menit mereka hanya terdiam mematung, memandangi itik yang sudah mati dengan pandangan mata kosong, tanpa bersuara sedikitpun. Lalu saya iseng-iseng menggiring para itik tersebut untuk berjalan lebih mendekat ke arah itik yang sudah mati itu. Anehnya, mereka sama sekali tidak mau lebih dekat lagi, padahal posisi mereka sudah sangat terpojok. Mereka lebih baik melawan arah dan lari kebawah kaki saya dari pada harus menginjak saudaranya yang sudah menjadi mayat. Akhirnya saya membiarkan semua ini terjadi sambil merasa sedih dan penuh tanda tanya. Ternyata binatang pun memiliki rasa solidaritas dengan sesama mereka. Lalu bagaimana dengan kita manusia ?</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=224&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2011/11/05/solidaritas-versi-itik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/11/itik-jantan-31.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Itik jantan 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/11/itik-jantan-5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Itik jantan 5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUAH TAHAJUD 7 MALAM</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2011/03/01/buah-tahajud-7-malam/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2011/03/01/buah-tahajud-7-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 04:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa dan Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : J. Haryadi Bang Abu Jamal (bukan nama sebenarnya) adalah seorang mua’alaf yang berasal dari sebuah kampung di Kupang, Nusa tenggara Timur. Ia merantau ke tanah Jawa dan terdampar di propinsi Jawa Barat. Berkat kegigihannya berjuang ia kini telah mempunyai pekerjaan tetap sebagai salah seorang Asisten Manajer di sebuah perusahaan leasing yang sedang berkembang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=87&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2009/11/j-haryadi002.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-88" title="J-haryadi002" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2009/11/j-haryadi002.jpg?w=223&#038;h=300" alt="" width="223" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Oleh : J. Haryadi</p>
<p>Bang Abu Jamal (bukan nama sebenarnya) adalah seorang mua’alaf yang berasal dari sebuah kampung di Kupang, Nusa tenggara Timur. Ia merantau ke tanah Jawa dan terdampar di propinsi Jawa Barat. Berkat kegigihannya berjuang ia kini telah mempunyai pekerjaan tetap sebagai salah seorang Asisten Manajer di sebuah perusahaan leasing yang sedang berkembang pesat di kota Bandung. Kecintaan terhadap kota Bandung yang ramah dan berudara sejuk telah membuatnya terpikat pula dengan dara manis mojang priangan. Ia kini telah berhasil mempersunting seorang wanita Sunda yang cantik dan tinggal disebuah perbukitan yang berudara sejuk di daerah Cisarua, kabupaten Bandung Barat.</p>
<p>Ketika pertama kali menikah dan berikrar menjadi seorang muslim, Abu Jamal mendapat hambatan dari keluraga besarnya. Betapa tidak, ia adalah seorang aktivis pemuda gereja dan menjadi seorang ketuanya. Tentu saja banyak sekali yang memusuhinya, termasuk saudara-saudaranya yang berasal dari satu kampung yang semuanya beragama nasrani.</p>
<p>Suatu hari ketika ia sedang mengendarai sebuah mobil, tiba-tiba mobilnya dihentikan oleh sekelompok pemuda berkulit hitam. Belum sempat ia bertanya apa kesalahannya, tiba-tiba sebuah bogem mentah mendarat telak dipipinya. Darah segarpun menitis dari wajahnya yang hitam manis. Tidak berhenti sampai disitu, ia diseret keluar dari kendaraannya secara paksa dan tanpa mengenal ampun, sekitar 20 orang pemuda berkulit hitam berperawakan tegap itupun menghajarnya secara bergantian bagaikan sangsak tinju. Abu Jamalpun tidak bisa berbuat apa-apa. Kakinya yang kuatpun tak sanggup lagi menopang tubuhnya yang gempal, iapun segera terjerembab mencium bumi. Ia roboh bagaikan sebatang pohon yang tumbang. Badannya terasa remuk, mukanya sudah tidak berbentuk lagi, bengkak dan memar, penuh dengan cucuran darah segar. Kalau patroli polisi tidak segera lewat, entah seperti apa nasibnya, mungkin bisa berakibat fatal.</p>
<p>Pemuda hitam itu segera berlarian ketika melihat sebuah mobil patroli polisi mendatanginya. Abu Jamal sudah tergeletak tak sadarkan diri. Ketika ia sadar, dirinya sudah berada di sebuah rumah sakit swasta di daerah Dago. Ia segera mendapaat pertolongan dan selamat dari musibah yang lebih fatal. Sebuah giginya copot pada kejadian tersebut. Ketika polisi memintanya untuk mem-visumnya, ia dengan halus menolaknya dan tidak mau melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib. Mengapa demikian ? Karena ia tahu, pelaku pengeroyokan itu tak lain adalah saudara-saudara satu kampungnya yang sama-sama merantau ke Bandung. Ketika  mereka mengetahuinya berpaling agama menjadi muslim, semua saudara-saudaranya jadi memusuhinya. Ia diancam akan dibunuh kalau sampai nekad pindah agama menjadi Muslim. Ia tetap dengan pendiriannya, masuk menjadi muslim dan akhirnya mengalami kejadian yang hampir saja merenggut nyawanya tersebut. Ia menganggap kejadian itu sebagai tebusan atas dosa-dosanya nya selama ini.</p>
<p>Cobaan berikutnya kembali datang. Kakak kandungnya yang berhutan padanya ratusan juta rupiah mengancam tidak akan membayar hutang-hutangnya jika ia menjadi muslim. Bahkan rumah yang dibuatnya di kampung halamannya yang merupakan hasil kerja kerasnya selama ini juga dirampas oleh keluarga besarnya jika ia tetap menjadi muslim. Abu Jamal tidak bergeming, ia tetap pada pendiriannya. Tahu sendiri akibatnya, ia tidak diakui oleh semua keluarga besarnya. Ia dibuang dan keberadaannya dimuka bumi diangap tidak ada. Semua hartanya dirampas oleh saudara-saudaranya, termasuk mobil yang tadinya dipinjam oleh salah seorang adiknya.</p>
<p>Dua bulan setelah perkawinannya dengan gadis Sunda pujaan hatinya, ia mengundurkan diri dari pekerjaannya karena ditawari pekerjaan yang lebih menarik oleh salah seorang kenalan barunya. Ketika ia sudah mengundurkan diri, ternyata pekerjaan yang ditawarkan tersebut tak kunjung tiba. Temannya bahkan lari entah kemana, sehingga ia menjadi pengangguran. Akibatnya tabungan yang ia simpan dari hasil kerja kerasnya selam ini dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lambat laun pesediaan pun semakin menipis. Cibiran dari keluarga istripun ia terima. Hatinya menjerit, dadanya sesak, ia coba untuk tetap bersabar sambil terus berusaha mencari kerja kesana kemari, namun pekerjaan belum juga ia dapatkan.</p>
<p>Alhamdulillah ia memiliki istri yang sholehah. Istrinya mengajak Abu Jamal untuk melaksanakan sholat tahajjud. Setiap tengah malam, mereka berdua bangun dan melaksanakan sholat tahajjud bersama sambil berlinangan air mata memohon pertolongan Allah. Setelah 7 malam berturut-turut melaksanakan tahajjud, keajaiban itupun tiba. Pagi harinya sekitar jam 9, sebuah telepon datang berdering. Ternyata telepon tersebut berasal dari seorang direktur sebuh perusahaan tempat dimana ia dulu pernah bekerja. Kebetulan dikantornya dibutuhkan seorang kepala kolektor. Ia diminta datang ke kantor mantan Bosnya itu. Ia ditawarkan untuk mengisi posisi yang kosong tersebut. Iapun segera menyanggupinya.</p>
<p>Berkat ketekunan dan dedikasinya, ia selalu mencapai prestasi yang ditargetkan oleh kantornya. Kini ia baru saja dipromosikan menjadi salah seorang asisten manajer. Dan kini senyuman dibibirnya sudah sering terlihat seiring dengan meningkatnya penghasilan dan kesejahteraannya.  Kesabaran dan keyakinan akan pertolongan Allah telah membuatnya menjadi kuat dan tak goyah diterpa badai. Kesabaran membuahkan kebahagiaan.</p>
<p>* * *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=87&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2011/03/01/buah-tahajud-7-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2009/11/j-haryadi002.jpg?w=223" medium="image">
			<media:title type="html">J-haryadi002</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Awet Muda</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2011/02/21/rahasia-awet-muda/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2011/02/21/rahasia-awet-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 08:21:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[lari]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[muda]]></category>
		<category><![CDATA[segar]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[RAHASIA AWET MUDA ( Mata Masih Jelas Ketika Usia Sudah Senja ) Oleh : J. Haryadi Silaturahim memang dianjurkan dalam agama Islam, oleh sebab itu ketika kesempatan itu ada, Saya berkunjung ke rumah saudara. Entah sudah berapa tahun Saya tak mengunjunginya. Ketika Saya datang, lelaki tua itu memandangku cukup lama. Rupanya ia masih ingat dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=212&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>RAHASIA AWET MUDA</strong></p>
<p style="text-align:center;">( Mata Masih Jelas Ketika Usia Sudah Senja )</p>
<p style="text-align:center;">Oleh : J. Haryadi</p>
<p>Silaturahim memang dianjurkan dalam agama Islam, oleh sebab itu ketika kesempatan itu ada, Saya berkunjung ke rumah saudara.</p>
<p><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/02/af2e6d8fd0ed112e.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-213" title="af2e6d8fd0ed112e" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/02/af2e6d8fd0ed112e.jpg?w=477" alt=""   /></a>Entah sudah berapa tahun Saya tak mengunjunginya. Ketika Saya datang, lelaki tua itu memandangku cukup lama. Rupanya ia masih ingat dengan wajahku namun lupa dengan namaku. Maklum kami sudah lama berpisah.</p>
<p>“Apa kabar Wak ?”, sapaku setelah masuk rumah dan menyalaminya.</p>
<p>“Alhamdulillah ….kabar baik”, jawabnya lembut, namun dengan intonasi yang jelas.</p>
<p>Lalu kami duduk dikursi yang terlihat sudah agak tua dimakan usia. Seperti<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/02/air.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-214" title="air" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/02/air.jpg?w=477" alt=""   /></a> biasa, pembicaran awal seputar kabar keluarga kami. Cukup lama kami kangen-kangenan. Saat itu Saya bertanya apa kegiatan Uwak tersebut dimasa tuanya. Ia mengatakan kalo dia sudah tidak banyak kegiatan lagi, hanya sesekali ceramah di masjid, waktunya lebih banyak ia manfaatkan dirumah bersama cucunya, sambil membaca buku, koran atau majalah kesukaanya. Dan alangkah terkejutnya Saya ketika ia mengambil majalah kesukaanya dan membacanya di depanku.</p>
<p>“Maaf Wak, emang masih jelas membacanya ? Apakah tidak pake kaca mata ? Saya aja sudah pake kacamata Wak kalau baca buku …”, tanya saya padanya heran, setengah tidak percaya.</p>
<p>“Dari dulu juga Uwak gak pernah pake kacamata. Uwak masih mampu membaca tulisan yang kecil-kecil seperti di majalah ini. Coba lihat, Uwak masih mampu membaca tulisan ini”, katanya sambil memperlihatkan kolom iklan mini yang ada di malajah tersebut dan membaca tulisannya dihadapanku.</p>
<p>“Tulisan ini masih bisa wak baca !”, kataku terheran-heran.</p>
<p>“Betul….Nak !”, jawabnya singkat.</p>
<p><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/02/rahasia-usia-panjang-awet-muda-dan-sehat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-215" title="Rahasia Usia Panjang Awet Muda Dan Sehat" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/02/rahasia-usia-panjang-awet-muda-dan-sehat.jpg?w=477" alt=""   /></a>Terus terang aku menjadi takjub pada lelaki tua yang sudah berusaia diatas 70 tahun tersebut. Memang kondisi fisik Uwak ku tersebut kepalanya sudah dipenuhi uban, kulitnya sudah mulai mengkerut, namun wajahnya masih terlihat segar dan sorot matanya begitu tajam. Kalau berjalanpun tidak terlihat seperti kakek-kakek yang mulai renta.</p>
<p>“Wak ….boleh tahu donk rahasinyanya mengapa mata uwak masih bagus seperti sekarang ?”, tanyaku padanya penuh selidik.</p>
<p>“Ya, tentu saja Nak ! Mudah kok, asal mau, kau bisa menjalankan”, jawabnya</p>
<p>Akhirnya saya mendapatkan rahasia awet mudanya, terutama rahasia mengapa matanya masih tajam seperti sekarang. Kakek tua itu memberikan resepnya sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Sebelum tidur, siapkan segelas air putih, lalu minum.</li>
<li>Ketika bangun tidur, sebelum gosok gigi, minum lagi segelas air putih dan jangan makan sesuatu paling tidak setelah setengah jam berikutnya.</li>
<li>Lakukan joging atau olah raga berlari-lari kecil di atas rumput hijau. Kalau tidak ada rumput hijau, berlari-lari disekitar daerah yang masih banyak tumbuhan atau pohon-pohon berwarna hijau dan memandangnya selama melakukan aktivitas joging.</li>
<li>Setiap kali membaca apa saja, jangan dilakuakn ditempat yang gelap. Jika kita di dalam rumah, arah badan kita jangan menghadap keluar (sumber cahaya) yang menyilaukan, karena akan membuat mata menjadi lemah</li>
</ol>
<p>Demikian resep yang sudah dilakukan sang kakek dan sudah terbukti keampuhannya. Semoga bermanfaat</p>
<p style="text-align:center;">* * *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=212&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2011/02/21/rahasia-awet-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/02/af2e6d8fd0ed112e.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">af2e6d8fd0ed112e</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/02/air.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">air</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2011/02/rahasia-usia-panjang-awet-muda-dan-sehat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rahasia Usia Panjang Awet Muda Dan Sehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resensi Novel : FUTATSU NO NAGAREBOSHI</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2010/06/01/resensi-novel-futatsu-no-nagareboshi/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2010/06/01/resensi-novel-futatsu-no-nagareboshi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 09:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Novel]]></category>
		<category><![CDATA[futatsu]]></category>
		<category><![CDATA[hikozza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Resensi Buku FUTATSU NO NAGAREBOSHI ( Kisah 2 Bintang Jatuh ) Oleh : J. Haryadi Judul Buku  : Futatsu No Nagareboshi ( Kisah 2 Bintang Jatuh ) Pengarang   : Hikozza Kategori       : Fiksi ISBN               : 978-979-1032-15-5 Ukuran           : 13.5 X 20.5 Cm Halaman         : 224 halaman Cover              : Soft Cover Penerbit           : Penerbit BukuKatta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=209&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/06/futatsu-ok.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-210" title="futatsu ok" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/06/futatsu-ok.jpg?w=477" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;">Resensi Buku</p>
<p style="text-align:center;"><strong>FUTATSU NO NAGAREBOSHI</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>( Kisah 2 Bintang Jatuh )</strong></p>
<p style="text-align:center;">Oleh : J. Haryadi</p>
<p>Judul Buku  : Futatsu No Nagareboshi ( Kisah 2 Bintang Jatuh )</p>
<p>Pengarang   : Hikozza</p>
<p>Kategori       : Fiksi</p>
<p>ISBN               : 978-979-1032-15-5</p>
<p>Ukuran           : 13.5 X 20.5 Cm</p>
<p>Halaman         : 224 halaman</p>
<p>Cover              : Soft Cover</p>
<p>Penerbit           : Penerbit BukuKatta</p>
<p>Terbit               : 2009</p>
<p>Harga              : Rp.29.800</p>
<p>Sejak kematian <em>Shoja</em> si <em>Mata Iblis</em> ditangan tuannya sendiri, <em>Torigawa Tokoru</em>, keadaan kastil <em>Torigawa</em> goyah. Kini <em>Wabashi Kita</em>, sang <em>daimyo</em> penjilat, rakus, ambisius dan licik yang paling dipercaya oleh keluarga <em>Torigawa</em> mengambil alih seluruh pasukan di <em>Hashi </em>yang sebelumnya berada dibawah komando <em>Shoja</em>. <em>Wabashi</em> sendiri yang telah menghasut tuannya untuk membunuh <em>Shoja</em> ketika si <em>Mata Iblis</em> tersebut masih terluka parah akibat duel maut dengan penantangnya,<em>Yamashita Wataru</em>. Dalam waktu singkat <em>Wabashi</em> mengganti orang-orang yang dulu mendukung <em>Shoja</em> dengan orangnya sendiri. Akibatnya dalam waktu relatif singkat, pengaruh <em>Wabashi Kita</em> semakin kuat di kastil <em>Torigawa</em>.</p>
<p><em>Ashikaga Tekauji</em> segera mengirim panglima perangnya, <em>Takezaki Genzei</em> ke <em>Gifu</em> berikut lebih dari 40 orang berpakaian <em>gusoku</em> untuk melihat keluarga <em>Torigawa</em>. Tentu saja <em>Ashikaga</em> tidak ingin wilayahnya ini jatuh ketangan kekaisaran <em>Go-Daigo</em> yang menjadi saingannya sebagai akibat kematian <em>Shoja</em>. Kesempatan itu dimanfaatkan <em>Wabashi Kita</em> untuk membujuk <em>Takezaki Genzei</em> agar mendukungnya menggantikan tuannya, <em>Torigawa Tokoru</em> yang dinilainya lemah. Pada sebuah kesempatan, <em>daimyo</em> licik tersebut berhasil membunuh <em>Torigawa Tokoru</em> berikut daimyo lainnya yang mendukung tuannya itu.</p>
<p>Kini <em>Wabashi Kita</em> sebagai penguasa di <em>Gifu</em> memiliki seorang samurai kepercayaan yaitu <em>Saigai</em>. Sosok pria tinggi besar ini sebelumnya bersama <em>Shoja</em> merupakan salah satu samurai kepercayaan keluarga <em>Torigawa</em>. Namun akibat kehausannya mencari lawan yang tangguh, suatu hari diam-diam ia menantang <em>Shoja</em>. Dalam duel tersebut ternyata ia dikalahkan <em>Shoja</em>. Hal ini membuatnya merasa malu dan memilih mengasingkan diri sambil memperdalam ilmunya. Ketika ia kembali dari pengasingan untuk membalas dendamnya, situasi sudah berubah. Sosok <em>Shoja </em>yang pernah mengalahkannya sudah tewas, begitu juga mantan tuannya, <em>Torigawa Tokoru</em>. Dibawah bujukan <em>Wabashi Kita</em> sebagai penguasa baru di <em>Gifu</em>, ia akhirnya mau dijadikan kaki tangannya.</p>
<p>Di tempat lain, Kana, putri tunggal <em>Shoja</em> si <em>Mata Iblis</em> yang selamat dari pembantaian <em>Wabashi Kita </em>bersiap-siap membalas dendam atas kematian ayahnya. Ditemani <em>Sano Ryu</em>, adik <em>Sano Sakai</em>, mantan orang kepercayaan ayahnya yang tewas ditangan kaki tangan <em>Wabashi Kita</em>, bergerak menuju <em>Gifu</em>. Ada kesempatan emas untuk menyalurkan dendam kesumat mereka terhadap <em>Wabashi Kita </em>yaitu ketika ia melaksanakan parade besar-besaran sebagai hari perayaannya sebagai penguasa utama di <em>Gifu</em>.</p>
<p><em>Torigawa Anzu</em>, satu-satunya keturunan <em>Torigawa Tokoru</em> yang selamat dari pembantaian <em>Wabashi Kita</em> berniat membalas dendam atas kematian ayahnya. Ia berusaha menggalang kekuatan dengan mengumpulkan sisa-sisa samurai yang masih setia kepada ayahnya. Beberapa pendukungnya diantaranya <em>Kana, Sano Ryu</em>, <em>Moshimoto </em> (mantan anak buah <em>Shoja</em>) dan <em>Hayate</em> (mantan pasukan pengawal putra  <em>Torigawa Tokoru </em>)<em>.</em></p>
<p>Sementara itu <em>Kitai</em> yang selama ini tidak mengetahui latar belakang dirinya akibat <em>amnesia</em> akhirnya sadar kalau dirinya adalah <em>Yokushimaru Toshi</em> dari <em>Natsue</em>. Dulu ia  hampir mati jatuh ke jurang akibat hujan panah yang dilakukan pasukan <em>Torigawa</em> yang akan membunuh dan merebut Samurai Cahaya miliknya. Semua itu juga tak terlepas dari campur tangan kakak-kakaknya yang bekerjasama dengan klan <em>Torigawa</em> untuk melenyapkannya.</p>
<p>Rasa rindu <em>Kitai </em>alias <em>Toshi</em> untuk kembali ke rumahnya telah memaksa ia harus segera mengambil keputusan penting untuk segera menikahi kekasih tercintanya, Maya. Dengan berat hati, semalam setelah pernikahannya yang sederhana, ia langsung menuju <em>Natsue</em>, kota kelahirannya. Sesampai di sana semuanya sudah berubah drastis. Ia tidak bisa masuk ke wilayah <em>Natsue</em> yang dijaga ketat. Berkat jasa baik putri sahabat ayahnya, <em>Kawabachi Ayu</em> yang cantik jelita, ia menumpang menginap di kastil keluarga <em>Kawabachi.</em></p>
<p>Diam-diam kehadirannya tercium juga oleh mata-mata kakaknya. <em>Yokushimaru Natsu</em> yang mengetahui kehadiran adik bungsunya yang dianggap sudah mati tersebut menjadi gusar. Singgasana kekuasaannya terasa goyah. Ia merasa gerah dan segera menyusun rencana busuk untuk kembali menghabisi  adik bungsunya, <em>Yokushimaru Toshi</em>, tentu dengan cara yang licik. <em>Natsu</em> segera mengirim pasukan ninja sebagai utusan rahasianya ke kastil <em>Kawabachi Hideru. </em>Tujuannya adalah mengancam <em>Kawabachi Hideru </em>agar mau berkomplot dengannya membunuh <em>Toshi</em> atau Kastilnya dihancurkan. Suatu pilihan yang teramat sulit bagi ayah <em>Kawabachi Ayu </em>tersebut.</p>
<p>Apakah <em>Kawabachi Hideru </em>bersedia berkomplot<em> </em>dengan<em> Yokushimaru Natsu</em> untuk membunuh <em>Toshi</em> ? Bagaimana strategi yang dilakukan <em>Yokushimaru Toshi</em> dalam menghadapi perselisihannya dengan kakak-kakaknya ? Bagaimana pula kelanjutan hubungan <em>Toshi</em> dengan si cantik <em>Kawabachi Ayu</em> ? Apakah <em>Maya</em> bisa menerima kehadiran <em>Ayu </em>disamping suami tercintanya ?</p>
<p>Berhasilkah rencana Kana, putri Shoja untuk membunuh <em>Wabashi Kita </em>di hari perayaan tersebut ? Bagaimana kelanjutan hubungan Kana dan Sano Ryu ? Apakah keduanya bisa menjadi sepasang kekasih atau berpisah untuk selamanya ?</p>
<p>Bagaimana pula rencana balas dendam yang akan dilakukan <em>Torigawa Anzu </em>terhadap<em> Wabashi Kita ? </em>Apakah pasukan <em>Torigawa Anzu </em>berhasil melaksanakan misinya atau justru hancur di tangan pasukan <em>Saigai</em>.yang setia membela <em>Wabashi Kita ?</em></p>
<p>Masih banyak tentu pertanyaan yang tersisa yang belum Anda ketahui dari novel setebal 224 halaman tersebut. Pastikan Anda membeli bukunya jika ingin mengetahui kisah selengkapnya. Silahkan Anda cari dan dapatkan buku terbitan penerbit <em>bukukatta</em> tersebut di seluruh jaringan toko buku Gramedia, Gunung Agung dan toko buku lainnya di kota Anda.</p>
<p>Selamat membaca dan semoga terhibur  !</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=209&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2010/06/01/resensi-novel-futatsu-no-nagareboshi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/06/futatsu-ok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">futatsu ok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artikel : Melatih Motorik Halus dengan Menggambar</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2010/03/09/artikel-melatih-motorik-halus-dengan-menggambar/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2010/03/09/artikel-melatih-motorik-halus-dengan-menggambar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 00:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Melatih Motorik Halus dengan Menggambar Oleh : Agus Hamdani Hampir setiap anak gemar menggambar dan mewarnai. Menurut Drs. Agus Moelione, seorang pakar pendidikan dari Yayasan Pendidikan Anangga Diipa, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi anak, bukan hanya bagi pengembangan seni melainkan juga sebagai penumbuh kreativitas, alat untuk mengungkapkan ide, perasaan, serta emosi anak. Melalui kegiatan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=202&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/03/morfoto-kidbd-drawing.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-205" title="morfoto-kidbd-drawing" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/03/morfoto-kidbd-drawing.jpg?w=477" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Melatih Motorik Halus dengan Menggambar</strong><br />
Oleh : Agus Hamdani</p>
<p style="text-align:left;">Hampir setiap anak gemar menggambar dan mewarnai. Menurut Drs. Agus Moelione, seorang pakar pendidikan dari Yayasan Pendidikan Anangga Diipa, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi anak, bukan hanya bagi pengembangan seni melainkan juga sebagai penumbuh kreativitas, alat untuk mengungkapkan ide, perasaan, serta emosi anak. Melalui kegiatan ini pula, motorik halus anak dilatih dan akan sangat berguna ketika anak mulai belajar menulis di usia sekolah. Disamping itu, kegiatan menggambar dan mewarnai dapat mengasah otak kanan, otak kiri dan hati nurani anak.</p>
<p style="text-align:left;">Kegiatan motorik halus sebaiknya sudah diperkenalkan kepada anak-anak usia prasekolah. Tentu saja hal ini seiring dengan kegiatan motorik kasarnya. Mengapa hal ini perlu dilakukan ? Sebab kegiatan motorik halus merupakan langkah awal bagi pematangan dalam hal menulis dan menggambar. Anak-anak memerlukan persiapan yang matang sebelum mereka bersekolah, sehingga kelak diharapkan mereka mampu menguasai gerakan-gerakan yang akan dilakukan nantinya pada saat bersekolah.</p>
<p style="text-align:left;">Sudah menjadi ciri khas,  hampir semua anak memiliki sifat ingin tahu yang tinggi, memiliki imajinasi yang alami, serta kreatif. Anak-anak akan beradaptasi dan merespon dengan cepat ketika mereka berinteraksi dengan orang-orang atau benda yang ada dilingkungannya. Mereka sangat tertarik dengan berbagai hal, seperti bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu terjadi sebagaimana sesuatu itu terjadi.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Definisi</strong></p>
<p style="text-align:left;">Apa sebetulnya yang dimaksud dengan keterampilan motorik halus ? Keterampilan motorik halus (fine motor skills) adalah aktivitas-aktivitas yang memerlukan pemakaian otot-otot kecil pada tangan. Aktivitas ini termasuk memegang benda kecil seperti manik-manik, butiran kalung, memegang sendok, memegang pencil dengan benar, menggunting, nelipat kertas, mengikat tali sepatu, mengancing, dan menarik ritsleting. Aktivitas tersebut terlihat mudah namun memerlukan latihan dan bimbingan agar anak dapat melakukannya secara baik dan benar.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Keterampilan Motorik Halus</strong></p>
<p style="text-align:left;">Keterampilan motorik halus ternyata memang harus melalui proses latihan yang rutin, berkelanjutan dan tepat sasaran. Hal ini bisa dibuktikan karena tidak semua anak pandai menggerakkan tangannya, misalnya ada seorang anak yang kesulitan ketika ia akan memegang sebuah bola pimpong, bola tersebut selalu lepas ketika akan diraihnya, tetapi ada anak lainnya dengan begitu mudah memegangnya.</p>
<p style="text-align:left;">Mengapa ada anak yang mengalami kesulitan dalam keterampilan motorik halus ? Hal ini juga diakibatkan karena pesatnya kemajuan teknologi. Adanya permainan melalui video games atau komputer  telah menyebabkan anak-anak kurang menggunakan waktu mereka untuk permainan yang memakai motorik halus. Tentu saja hal ini dapat menyebabkan berkembangnya otot-otot halus pada tangan mereka kurang berkembang. Keterlambatan perkembangan otot-otot ini berdampak pada anak yang mengalami kesulitan menulis ketika mereka mulai masuk sekolah. Beberapa anak menunjukkan keterlambatan dalam kemampuan motorik halus karena keterlambatan tumbuh kembang atau diagnosa medik seperti down syndrome atau cerebral palsy (cacat mental).</p>
<p><strong>Cara Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak</strong></p>
<p style="text-align:left;">Melatih anak dengan berbagai kegiatan yang positif seperti menggambar dan mewarnai merupakan salah satu cara meningkatkan keterampilan motorik mereka. Beberapa keterampilan tangan yang penting bagi anak untuk dikembangkan adalah :</p>
<ol>
<li>Mampu melengkungkan telapak tangan membentuk cekungan (palmar arching)</li>
<li>Menggunakan jari telunjuk dan jempol untuk memegang suatu benda, sambil menggunakan jari tengah dan jari manis untuk kesetabilan tangan mereka (hand side separation).</li>
<li>Membuat bentuk lengkung dengan jempol dan telunjuk (open web space)</li>
</ol>
<p style="text-align:left;"><strong>Aktivitas-aktivitas untuk Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus Anak<br />
</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>1. Vertical Surfaces (permukaan vertikal)</strong></p>
<p style="text-align:left;">Melalui latihan pada permukaan vertikal akan membantu mengembangkan otot-otot kecil pada tangan dan pergelangan, sekaligus otot-otot yang lebih besar (motorik kasar) pada lengan dan punggung. Otot-otot yang besar diperlukan untuk membantu kestabilan sementara melakukan tugas motorik halus. Menggambar dan mewarnai pada papan tulis atau sepotong kertas yang ditempel di dinding adalah cara yang paling mudah untuk menggunakan permukaan vertikal. Aktivitas lain misalnya menggambar dan bermain dengan odol/krim cukur pada ubin di kamar mandi pada saat mandi, ‘menggambar’ pagar rumah dengan air dan kuas, atau mencopot dan memasang magnet pada kulkas.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>2. Merobek dan Meremas</strong></p>
<p style="text-align:left;">Melalui latihan merobek dan meremas kertas dapat membantu mengembangkan otot halus pada tangan, yang juga digunakan untuk menulis. Buatlah anak merobek kertas koran atau kertas bekas dengan jari-jarinya dan meremasnya menjadi bola-bola untuk membuat prakarya (misalnya orang-orangan, boneka beruang), atau sekedar melemparnya masuk ke dalam kaleng sampah. Setelah mereka bisa membuatnya, perintahkan mereka untuk meremas kertas hanya dengan satu tangan. Terakhir, buatlah anak meremas kertas tisu menjadi bola kecil hanya dengan menggunakan ujung jari. Tempelkan bola-bola tisu ini pada papan untuk membuat suatu gambar.<br />
Anda bisa juga melakukan dengan permainan yang berbeda, misalnya suruh anak-anak tersebut merobek kertas berwarna atau kertas tisu, lalu minta mereka menempelkan potongan kertas tersebut menggunakan lem pada berbagai material untuk membuat gambar mosaik (gambar yang terbentuk dari potongan-potongan kertas berwarna-warni).</p>
<p style="text-align:left;"><strong>3.Menggambar dan Mewarnai</strong></p>
<p style="text-align:left;">Sering kali terjadi anak-anak diminta untuk menggunakan pensil, krayon, dan marker padahal tangan mereka belum siap menggunakn alat-alat tulis tersebut. Tentu saja hal ini bisa menyebabkan pembelajaran memegang pensil dengan cara yang tidak efisien, yang pada akhirnya menjadi masalah.</p>
<p style="text-align:left;">Agar anak-anak bersemangat belajar memegang alat tersebut dengan benar, berilah mereka alat-alat tulis yang bisa membantu perkembangan keterampilan motorik halus. Misalnya, crayon yang pendek (tidak lebih dari 5 cm panjangnya), akan membuat anak menggunakan keterampilan tangannya dari pada seluruh tangan. Kapur tulis berbentuk bulat telur akan membuat anak menggunakan teknik open web space (lihat di atas). Terakhir, menggambar dan mewarnai pada permukaan vertikal akan menempatkan pergelangan tangan pada sudut yang tepat untuk membentuk palmar arching.</p>
<p style="text-align:center;">* * *</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Sumber Tulisan : </strong></p>
<p>http://rw02kelgss.blogdetik.com/</p>
<p>http://layyinakita.wordpress.com/</p>
<p>http://aisyh99.blogspot.com</p>
<p>http://angel-s-wing.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=202&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2010/03/09/artikel-melatih-motorik-halus-dengan-menggambar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/03/morfoto-kidbd-drawing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">morfoto-kidbd-drawing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artikel :  5 Menit Yang Berharga</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2010/02/19/artikel-5-menit-yang-berharga/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2010/02/19/artikel-5-menit-yang-berharga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 10:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[5 menit]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[5 MENIT YANG BERHARGA Oleh : J. Haryadi Lima menit adalah waktu yang singkat, namun jika kita pandai memanfaatkannya dengan baik, maka lima menit adalah waktu yang sangat berharga dan bisa digunakan untuk mengubah prilaku murid-murid kita menjadi pribadi yang mandiri, berjiwa pejuang, pantang menyerah, cerdas dan beretika sehingga kelak mereka bisa memaksimalkan potensi diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=195&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/02/waktu2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-197" title="waktu2" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/02/waktu2.jpg?w=477" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>5 MENIT YANG BERHARGA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : J. Haryadi</strong></p>
<p style="text-align:left;">Lima menit adalah waktu yang singkat, namun jika kita pandai memanfaatkannya dengan baik, maka lima menit adalah waktu yang sangat berharga dan bisa digunakan untuk mengubah prilaku murid-murid kita menjadi pribadi yang mandiri, berjiwa pejuang, pantang menyerah, cerdas dan beretika sehingga kelak mereka bisa memaksimalkan potensi diri yang dimilikinya dan menjadi pemenang bagi kehidupannya.</p>
<p><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/02/education-2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-199" title="education 2" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/02/education-2.jpg?w=150&#038;h=123" alt="" width="150" height="123" /></a>Sebagaimana kita ketahui, bangsa kita terkenal dengan jemaah hajinya yang paling banyak di dunia. Orang pintar banyak dan ada dimana-mana, bahkan para pengangguran intelektualpun bertebaran. Namun ironisnya, justru negara kita terkenal juga sebagai negara terkorup didunia. Apa artinya ? Artinya pendidikan agama, etika dan moral sudah gagal diterapkan. Pasti ada yang salah dengan sistem pendidikan di negara kita. Selama ini pendidikan kita lebih mengedapankan teori, tetapi perakteknya kurang. Agama baru sebatas kegiatan ritual semata, belum sampai pada tahap implementasi. Para pakar pendidikan kita berteriak agar pendidikan etika dan moral kembali diterapkan di Indonesia. Faktanya sampai saat ini hal tersebut masih berupa wacana dan belum ada realisasinya.</p>
<p>Jadi, dari pada kita menanti sesuatu yang belum pasti, alangkah baiknya kita mulai saja dari sekarang dengan cara yang<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/02/5-menit.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-200" title="5 menit" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/02/5-menit.jpg?w=477" alt=""   /></a> praktis, hemat dan tidak bertele-tele. Kalau saja kita mau sedikit meluangkan waktu 5 menit saja diawal pelajaran dengan memberikan pencerahan, semangat dan motivasi kepada murid-murid kita mengenai makna kehidupan, tujuan hidup, bagaimana merancang masa depan ? Bagaimana etiket bergaul yang baik ? Bagaimana cara mengatasi kegagalan ? Bagaimana menjadi seorang pemenang ? dan berbagai topik menarik yang bisa membangkitkan gairah mereka untuk belajar dan menggapai cita-citanya, Saya pikir justru 5 menit tersebut jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan sisa waktu lainnya yang biasa dipakai membahas berbagai topik ilmu pengetahuan.</p>
<p>Setiap awal pertemuan, lakukan pembukaan dengan do’a bersama, lalu dimulai dengan pemberian motivasi, bisa berupa cerita pendek seperti contoh diatas, bisa dengan sharing atau berbagi pengalaman, bisa dengan menonton tayangan video singkat tentang orang-orang yang luar biasa, bisa juga dengan  mengajak murid kita meneriakkan yel-yel pemberi semangat dan bentuk-bentuk kreativitas lainnya.</p>
<p>Bisa dibayangkan kalau seorang guru setiap kali mau mengajar, selalu membukanya dengan bermacam-macam cerita menarik seputar kehidupan yang bisa memotivasi mereka. Misalnya kita membahas sedikit tentang “<em>Kegagalan dan Kesuksesan</em>” dari tokoh Thomas Alfa edison. Kisah “<em>Kesabaran</em>” Nabi Muhammad SAW dalam menerima cobaan dari Allah SWT. Berikan cerita singkat atau  intisarinya saja, tidak perlu panjang, yang penting maknanya bisa menjadi pelajaran dan bisa memotivasi murid-murid kita. Lima menit cukup berharga kalau kita mau melakukannya.</p>
<p>Kalau dalam satu semester seorang guru mengajar sebanyak 18 kali pertemuan, maka waktu yang sudah kita berikan untuk memberikan motivasi kepada mereka adalah sebanyak 90 menit, itu sama dengan 2 jam pelajaran (1 JP = 45 menit). Kalau dalam 1 semester terdapat 15 guru bidang studi dan mereka semua melakukan hal yang sama, maka akan terkumpul sebanyak 15 X 2 JP = 30 JP. Saya rasa lima menit tersebut ternyata cukup dahsayat kalau bisa dimanfaatkan dengan baik</p>
<p>Sebagai seorang guru yang membidangi bidang studi tertentu, selama ini kita hanya terfokus mengajarkan materi yang menjadi tanggungjawab kita saja. Hal ini bisa dimaklumi karena tugas pokok guru memang demikian, sehingga kita jarang mau perduli dengan memberikan motivasi atau pelajaran etika yang tidak sesuai dengan materi pelajaran kita namun mempunyai dampak besar bagi kehidupan murid-murid kita tersebut.</p>
<p>Setiap guru memang dituntut agar dapat menyelesaikan materi yang menjadi tanggung jawabnya, namun sebenarnya masih ada tugas guru lainnya yang jauh lebih penting dari sekedar mengajar materi bidang studi  yaitu membimbing dan mendidik mereka dengan etika serta memberikan motivasi agar kelak menjadi orang yang sukses. Tapi, bukankah hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab guru BP dan guru Agama ? Saya kira pendapat tersebut keliru ! Saya tidak sependapat ! Hal tersebut menurut saya merupakan tugas dan tanggung jawab semua guru, tentu saja dengan bobot yang berbeda.</p>
<p>Secara “<em>house of rule</em>” memang tidak semua guru ada kewajiban untuk memberikan “<em>wejangan</em>” kepada murid-muridnya, tetapi secara moral kita harus memiliki <em>sense of belonging</em> terhadap mereka. Kita tidak boleh berpikiran sempit dan naif dengan mengatakan : “<em>Tugas Saya kan hanya mengajar mata pelajaran …..</em>” atau “<em>Waktu mengajar Saya terbatas, mana mungkin bisa melakukannya …</em>” atau melempar tanggung jawab seolah-olah memang kita tidak mempunyai kewajiban dengan mengatakan, “<em>Bukankah itu tanggung jawab guru BP dan guru Agama ?</em>” dan beragam pertanyaan klise yang sengaja kita berikan untuk membenarkan prilaku kita yang tidak peduli.</p>
<p>Sekarang, kembali kepada kita sebagai guru, maukah kita melakukan perubahan tersebut ? maukah kita menyisihkan 5 menit waktu mengajar kita untuk sesuatu yang justru lebih bermanfaat ? maukah kita menggadaikan 5 menit yang berharga demi masa depan murid-murid kita ? Kalu kita tidak memulainya, lalu sipa lagi ? kalau bukan kita yang memulainya, lalu siapa lagi ? kalau bukan dari sekarang, lalu kapan lagi ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=195&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2010/02/19/artikel-5-menit-yang-berharga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/02/waktu2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">waktu2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/02/education-2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">education 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/02/5-menit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5 menit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artikel : Melatih Antusiasme Siswa Terhadap Pembelajaran</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/25/artikel-melatih-antusiasme-siswa-terhadap-pembelajaran/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/25/artikel-melatih-antusiasme-siswa-terhadap-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 14:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ana Andriani, M.pd. &#8216;An enthusiast a fanatic about life. And because the enthusiast has the attitude the good things will happen,good things do happen&#8216;-anonymous Antusisme adalah suatu perasaan kegembiraan terhadap sesuatu hal yang terjadi. Respon yang positif terhadap sesuatu yang ada di sekitar kita, tentu sangat diharapkan, karena respon ini akan berdampak pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=189&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/ana-andriani.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-190" title="Ana Andriani" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/ana-andriani.jpg?w=150&#038;h=106" alt="" width="150" height="106" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Oleh : Ana Andriani, M.pd.</p>
<p style="text-align:center;">&#8216;<em>An enthusiast a fanatic about life. And because the enthusiast has the attitude the good things will happen,good things do happen</em>&#8216;-anonymous</p>
<p>Antusisme adalah suatu perasaan kegembiraan terhadap sesuatu hal yang terjadi. Respon yang positif terhadap sesuatu yang ada di sekitar kita, tentu sangat diharapkan, karena respon ini akan berdampak pada perilaku sehari-hari.</p>
<p><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/semangat.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-191" title="semangat" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/semangat.jpg?w=300&#038;h=251" alt="" width="300" height="251" /></a>Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, antusisme berarti gairah, gelora semangat, minat besar. Gairah terhadap sesuatu yang ada di dalam kehidupan. Antusiasme bersumber dari dalam diri, secara spontan atau melalui pengalaman terlebih dahulu. Ibarat makanan, kalau kita melihat seseorang begitu lahap menyantap makanan yang ada di depannya, maka antusisme terjadi, sehingga respon kita terhadap makanan yang ada di depan kita pun menjadi positif, dan menyebabkan kita menjadi ingin makan dengan lahap juga.</p>
<p>Pada proses belajar mengajar, kecenderungan <em>teacher centered</em> (pembelajaran berpusat pada guru) masih nampak, yang semestinya students centered (pembelajaran berpusat pada siswa) terjadi, masih sebatas asa. Terlebih antusisme siswa dalam menghadapi pembelajaran di dalam kelas (pembelajaran trasisional), masih amat rendah.</p>
<p>Berbagai pelatihan untuk guru terus diupayakan, methoda dan model<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/pembelajaran4.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-192" title="pembelajaran4" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/pembelajaran4.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>pembelajaran beragam digulirkan, namun tetap belum mampu menggugah antusisme siswa. Pada umumnya mereka cenderung menjadi siswa yang &#8216;manis&#8217; kalau tidak dikatakan pasif. Lebih banyak diam dan hanya jadi pendengar yang baik. Sikap kritis terhadap permasalahan yang ada tidak nampak. Skeptis dan apatis yang terlihat.</p>
<p>Dengan menggunakan methoda serta model yang variatif, diharapkan antusisme siswa tergugah, namun apa yang terjadi? Ternyata strategy untuk memudahkan transferred of knowledge, yang sejatinya adalah transferred of attitude tidak berjalan optimal. hanya siswa-siswa tertentu dalam jumlah kecil yang dapat mengikutinya, belum secara keseluruhan.</p>
<p>Portofolio sebagai methoda, model serta sebagai bentuk penilaian teranyar yang sudah teramat sering disosialisasikan, ternyata belum dapat sepenuhnya diaplikasikan di lapangan. Terkait dengan waktu dan tenaga yang terbatas. Portofolio terus dikumandangkan, untuk menggugah antusisme siswa terhadap permasalahan nyata di lapangan.</p>
<p>Sistematika portofolio yang dimulai dari: identifikasi masalah, Perumusan masalah, di mana siswa yang memilih dan menentukan satu masalah yang akan dikaji, selanjutnya menilai kebijakan alternative, mengusulkan kebijakan masalah, sampai pada penyajian port folio, semua melibatkan peran siswa, namun tetap saja belum mampu menggugah antusisme siswa.</p>
<p>Realita empirik belum memperlihatkan peningkatan yang positif. Ya menjadi pertanyaan, mengapa sukar sekali melatih antusisme siswa terhadap pembelajaran?</p>
<p>Permasalahan ini tidak muncul begitu saja, namun terkait dengan sejarah masa lalu. Pembungkaman aspirasi terlalu lama, menyebabkan masyarakat menjadi skeptis dan apatis. Tidak langsung kepada siswa, akan tetapi pola didik orang tua sebagai keturunan langsung pelaku zaman itu, menurunkannya secara tidak langsung. Padahal manusia diciptakan Allah swt. Dengan talenta yang luar biasa, namun sayang talenta tersebut belum dapat dieksplorasi secara optimal.</p>
<p>Antusisme terhadap siswa dapat dilatih sedini mungkin dengan hal-hal yang mampu menggugah, sehingga respon positif yang diharapkan muncul secara bertahap. Hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Guru sebagai fasilitator mampu menciptakan arena perlombaan pada pembelajaran, tanpa melepaskan norma yang ada, tidak dengan mendiskreditkan sebagian siswa dan membela siswa lainnya.</p>
<p>2. Selalu dekat dengan trend yg sedang in: guru mengambil kasus-kasus yang dikorelasikan dengan bahan ajar sehingga mampu menggugah siswa. Siswa diminta untuk memutuskan suatu masalah yang terjadi di lapangan.</p>
<p>3. Nikmatnya menjalankan missi: visi, missi, strategy , dan mampu diaplikasikan di lapangan, dengan berbagai variasi.</p>
<p>4. Manfaatkan media yang ada untuk menambah wawasan guru, agar tidak ketinggalan jaman, serta mampu membantu siswa untuk berani memecahkan masalahnya serta masalah yang dihadapi lingkungan sekitarnya.</p>
<p>Semoga anak-anak kita menjadi manusia yang responship terhadap peasalahan masyarakat sehingga sedikit demi sedikit krisis multidimensi, secara perlahan sirna, amin.</p>
<p style="text-align:center;">* * *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=189&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/25/artikel-melatih-antusiasme-siswa-terhadap-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/ana-andriani.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Ana Andriani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/semangat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">semangat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/pembelajaran4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pembelajaran4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resensi Novel : Hush-hush</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/20/resensi-novel-hush-hush/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/20/resensi-novel-hush-hush/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 09:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa dan Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Becca Fitzpatrick]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[hush-hush]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Resensi Novel Hush-Hush Oleh : J. Haryadi Judul Buku      : Hush, Hush Penulis            : Becca Fitzpatrick Kategori           : Novel ISBN                : 978-602-8224-65-9 Ukuran             : 14&#215;21 cm Halaman          : 488 halaman Penerbit           : Ufuk Press Harga              : Rp. 69.900,- Membaca novel ini sungguh amat menegangkan. Perasaaan takut kadang membuat kita mau berhenti membacanya, tetapi rasa penasaran karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=177&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/hushhush-cover-bule-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-178" title="hushhush-cover bule 3" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/hushhush-cover-bule-3.jpg?w=477" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;">Resensi Novel</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Hush-Hush</strong></p>
<p style="text-align:center;">Oleh : J. Haryadi</p>
<p>Judul Buku      : Hush, Hush</p>
<p>Penulis            : Becca Fitzpatrick</p>
<p>Kategori           : Novel</p>
<p>ISBN                : 978-602-8224-65-9</p>
<p>Ukuran             : 14&#215;21 cm</p>
<p>Halaman          : 488 halaman</p>
<p>Penerbit           : Ufuk Press</p>
<p>Harga              : Rp. 69.900,-</p>
<p>Membaca novel ini sungguh amat menegangkan. Perasaaan takut kadang membuat kita mau berhenti membacanya, tetapi rasa penasaran karena ingin mengetahui misteri yang belum terungkap membuat kita tergoda untuk menamatkannya. Hal ini dipicu oleh berbagai kejadian menarik yang serba misterius dan berbau mistis.</p>
<p><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/becca-fitzpatrick-sang-penulis.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-179" title="becca-fitzpatrick sang penulis" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/becca-fitzpatrick-sang-penulis.jpg?w=477" alt=""   /></a>Nora Grey, sang tokoh utama dalam novel setebal 488 halaman karya Becca Fitzpatrick ini digambarkan sebagai sosok gadis cantik, baik, cerdas dan rajin. Kematian ayahnya (mantan polisi) karena dibunuh seseorang sangat membekas dalam hatinya.  Ia juga termasuk gadis yang cuek, pemberani, menyukai film dan menulis ulasan-ulasannya di sebuah majalah elektronik bernama eZine. Sementara ibunya sibuk bekerja keras diluar sana untuk membiayai sekolahnya.</p>
<p>Berbeda dengan teman-teman sebayanya yang memiliki banyak waktu luang<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/dream_house.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-180" title="Dream_House" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/dream_house.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> diluar,  Nora justru lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah sendirian. Dia tinggal di daerah terpencil di Coldwater, sebuah kota yang lembab, berkabut, dan sering turun hujan. Dia tidak memiliki banyak teman, hanya Vee, seorang gadis lincah, periang, berpenampilan seksi dan suka bercanda yang dianggap sebagai teman dekatnya. Ada juga teman lainnya yaitu Elliot dan Jules yang sulit ditebak kepribadiannya.</p>
<p>Selama ini Nora dikenal sebagai anak yang patuh, penurut dan selalu mengikuti aturan. Kemananapun ia pergi, ibunya tak pernah mengkhawatirkannya. Tetapi semua itu berubah dan berbalik 180 derajat ketika dirinya mulai mengenal Patch Cipriano, si mata hitam yang misterius.</p>
<p>Suatu hari dosen di kampusnya memaksa Nora dan Patch duduk sebangku dalam kelas biologi. Hal ini tentu ada alasan kuat yang melatarbelakanginya. Nora yang memiliki keunggulan dibidang biologi diminta sang dosen untuk menjadi mentor bagi Patch dianggap bodoh dimata pelajaran tersebut. Hal ini merupakan hal yang biasa di Amerika sana, jika seorang murid yang cerdas diminta untuk menjadi mentor bagi kawannya yang dianggap kurang. Dengan begitu mereka bisa saling membantu sehingga tidak timbul kecemburuan intelektual.</p>
<p>Pelajaran biologi menjadi begitu menegangkan ketika Nora dan Patch ditugaskan untuk saling mengenal satu sama lainnya dengan cara saling bertanya mengenai hal-hal yang bersifat pribadi. Sementara itu Patch, pria ganteng, seksi dan senang berbaju hitam tersebut diam-diam sebenarnya sudah memiliki penilaian tertentu terhadap Nora. Awalnya dia berusaha menjauhi Patch yang sering menggodanya, tetapi hal tersebut tampaknya mustahil. Betapa tidak, dimanapun Nora berada, hampir dipastikan Patch ada disana. Nora menduga, Patch punya maksud tersembunyi terhadap dirinya. Tetapi api cinta perlahan-lahan terlanjur tumbuh diantara keduanya sehingga mereka pun menjadi sepasang kekasih.</p>
<p><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/fallen_angel_by_virus69-b.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-181" title="Fallen_Angel_by_Virus69 b" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/fallen_angel_by_virus69-b.jpg?w=235&#038;h=300" alt="" width="235" height="300" /></a>Kisah roman berbau supranatural yang disuguhkan Becca Fitzpatrick ini bisa memicu animo pembaca remaja, terutama mereka yang menggemari seri Twilight. Salah satu pemikat dalam kisah ini adalah jati diri Patch sebagai salah satu anggota ras Nephilim, yaitu  makhluk yang lahir dari hubungan fallen angel (malaikat pembangkang) dan manusia, lalu ras itu dianggap mengotori bumi dengan keturunan mereka.</p>
<p>Di sini diceritakan kaum Nephillim memiliki kemampuan psikometri. Mereka memiliki kemampuan telepati, legilimency, memanipulasi pikiran, dan menciptakan ilusi. Kemampuan supranatural lainnya adalah mereka bisa bergerak menembus dimensi (melewati celah sempit atau menembus tembok) seperti yang dilakukan Patch saat menyusup dalam kamar mandi Nora yang dikunci.</p>
<p>Patch sendiri adalah seorang malaikat pembangkang.  Sayapnya<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/fallen_angel3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-186" title="fallen_angel" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/fallen_angel3.jpg?w=239&#038;h=300" alt="" width="239" height="300" /></a> dicabut karena dia jatuh cinta kepada seorang manusia. Lalu  dia dilemparkan ke dunia fana untuk mengembara selamanya dalam penderitaan dan iri pada manusia.</p>
<p>Banyak kejadian aneh, misterius dan menyeramkan terjadi sejak perkenalan Nora dengan Patch.  Misalnya ketika ia hendak pulang kerumah, tiba-tiba ada seseorang yang melompat didepan mobilnya sehingga membuat Nora terkejut dan mengalami kecelakaan yang membuat mobilnya rusak. Saat Nora memanggil bantuan, tiba-tiba mobil yang sebelumnya rusak berat mendadak tampak mulus seperti sedia kala. Fantastis !</p>
<p>Bukan hanya itu, Nora merasa ada seseorang yang selalu mengawasinya. Suatu hari ada seseorang yang mengendarai sebuah  mobil terlihat membuntutinya sampai di rumah. Bahkan penguntit misterius tersebut sempat masuk ke rumahnya dan menyerang Vee, sahabat dekatnya. Akibat kejadian ini Vee sempat di operasi dan dirawat di rumah sakit. Nora mencurigai Patch sebagai dalang atas insiden tersebut.</p>
<p>Kejadian lainnya adalah dimana Nora sering mendengar suara aneh dalam kepalanya atau ketika ia mengira dirinya terjatuh dari roller coaster saat mengendarainya dan mengalami penyerangan-penyerangan yang tak masuk diakal. Dia melihat semua kejadian itu seperti nyata, tetapi ketika banyak orang berdatangan, semuanya menjadi hilang dan kembali normal seperti biasa.</p>
<p>Bisa dikatakan, novel bersampul menarik ini menyajikan terobosan baru dalam karya fantasi remaja. Namun ada beberapa hal yang belum digali secara tuntas, kemungkinan ditujukan untuk diungkap pada sekuel selanjutnya kelak.</p>
<p>Anda pasti ingin mengetahui siapa  diri Patch yang sesungguhnya ? Apa yang diinginkan Patch dari Nora ?  Benarkah Jules dan Eliot termasuk sahabat baik Nora ? Atau justru musuh dalam selimut ? bagaimana kelanjutan kisah cinta Nora dan Patch ? mau berkomplot dengan Patch untuk mencelakai Nora ? Masih banyak pertanyaan lain yang menggelitik untuk dijawab. Temukan semuanya dalam buku bersampul gambar malaikat yang sedang terjatuh dengan sayap yang patah ini di toko-toko buku kesayangan Anda. Tidak mahal kok, cukup dengan kocek Rp. 69.900 anda sudah bisa mengoleksinya. Selamat membaca dan bertegang ria…</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=177&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/20/resensi-novel-hush-hush/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/hushhush-cover-bule-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hushhush-cover bule 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/becca-fitzpatrick-sang-penulis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">becca-fitzpatrick sang penulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/dream_house.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Dream_House</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/fallen_angel_by_virus69-b.jpg?w=235" medium="image">
			<media:title type="html">Fallen_Angel_by_Virus69 b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/fallen_angel3.jpg?w=239" medium="image">
			<media:title type="html">fallen_angel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hijrah dari Sopir Angkot Menjadi Pengusaha Sembako</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/18/hijrah-dari-sopir-angkot-menjadi-pengusaha-sembako/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/18/hijrah-dari-sopir-angkot-menjadi-pengusaha-sembako/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 04:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[angkot]]></category>
		<category><![CDATA[sembako]]></category>
		<category><![CDATA[sopir]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Hijrah dari Sopir Angkot Menjadi Pengusaha Sembako Oleh : J. Haryadi Pengalaman pahit sopir angkot telah mengangkat dirinya menjadi seorang seorang pengusaha yang sukses. Bermula ketika sopir angkot bernama Romly Padmadinata, asal Bandung yang sedang mengemudikan angkotnya dihentikan oleh seorang anggota polisi. Karena melanggar lampu merah, sang sopir tersebut dimarahi polisi dengan cara memukul memukul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=144&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/angkutan-kota-1b1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-146" title="angkutan kota 1b" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/angkutan-kota-1b1.jpg?w=300&#038;h=190" alt="" width="300" height="190" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>H</strong><strong>ijrah dari Sopir Angkot Menjadi Pengusaha Sembako</strong></p>
<p style="text-align:center;">Oleh : J. Haryadi</p>
<p>Pengalaman pahit sopir angkot telah mengangkat dirinya menjadi seorang seorang pengusaha yang sukses. Bermula ketika sopir angkot bernama Romly Padmadinata, asal Bandung yang sedang mengemudikan angkotnya dihentikan oleh seorang anggota polisi. Karena melanggar lampu merah, sang sopir tersebut dimarahi polisi dengan cara memukul memukul pintu samping mobilnya dengan keras. Argumentasi yang diberikan oleh sopir angkot tersebut tidak bisa diterima sang polisi muda. Akhirnya bogem mentah pun melayang ke kepala sang sopir angkot.</p>
<p><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/kuli.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-147" title="kuli" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/kuli.jpg?w=123&#038;h=150" alt="" width="123" height="150" /></a>Pengalaman pahit tersebut membuat sang sopir trauma dan kapok bekerja sebagai sopir angkot. Beberapa bulan lamanya pak Romly sempat menganggur. Kalaupun ada pekerjaan, paling hanya pekerjaan serabutan, kadang-kadang ia menjadi calo tanah, menjadi kuli bangunan, atau apa saja yang bisa menghasilkan duit.</p>
<p>Terinspirasi oleh tetangganya yang sukses menjadi pedagang sembako, membuat Pak Romly berpikir untuk mengikuti jejak temannya itu. Beberapa kali ia mampir ketempat temannya itu sambil bertanya tentang bagaimana cara temannya itu bisa sukses menjadi pedagang. Setelah merasa memiliki cukup ilmu, dengan berbekal sisa tabungan dan  ditambah hasil menjual perhiasan emas istrinya, pak Romly mencoba peruntungannya dengan membuka warung dirumahnya, dikawasan Haur Pancuh, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Selama ini jalan di depan rumahnya memang terkenal cukup padat dilalui orang yang akan bepergian kuliah, sekolah ataupun bekerja.</p>
<p>Mula-mula pak Romly membuat gerobak untuk membeli sayuran di pasar.<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/gerobak.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-148" title="gerobak" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/gerobak.jpg?w=150&#038;h=95" alt="" width="150" height="95" /></a>Setiap dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB ia berangkat ke pasar dengan membawa gerobak. Di pasar ia membeli berbagai kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari, seperti sayur-sayuran dan sembilan bahan pokok (sembako). Sekitar jam 5 Subuh, Romly sudah tiba di rumahnya dan segera menggelar barang dagangannya. Istrinyalah yang bertugas giliran menjajakan barang dagangan di warungnya yang tidak begitu luas, sementara dirinya istirahat dan tidur pulas. Ia dan istrinya memang begitu kompak.</p>
<p>Pak Romly dan istrinya pedagang yang cerdas. Walau pendidikan pak Romly hanya tamatan SMP dan istrinya tamat SD, namun dalam urusan usaha, mereka cukup kreatif. Mereka selalu mempelajari keinginan konsumen dan mau mendengar keluhan mereka. Disamping itu, mereka juga tahu bagaimana menghadapi persaingan usaha dengan tetangganya yang sudah lebih dulu membuka usaha. Dalam urusan harga, mereka memang tidak mematok harga tinggi, yang penting banyak pelanggannya. Mereka juga selalu ramah dan sering bercanda dengan konsumennya, sehingga diantara mereka terjadi keakraban dan hubungan emosional.</p>
<p>Apa yang dilakukan pak Romly dan istrinya ternyata manjur. Beberapa pedagang yang ada di sekitarnya berangsur-angsur tutup karena tidak kuat bersaing dengannya. Hampir semua pelanggan warung lain berpindah ke warungnya. Apalagi setiap tahun, misalnya menjelang lebaran, pak Romly dan istrinya kerap kali memberi bingkisan lebaran kepada pelanggan-pelanggan setianya berupa paket sembako, yang membuat para pelanggan semakin lengket dan jatuh hati kepada mereka.</p>
<p>Apa sebenarnya teknik yang dilakukan pak Romly dalam berdagang ? Ternyata apa yang dilakukannya tidak jauh berbeda dengan para pedagang lainnya. Namun, untuk strategi, mungkin ia lebih unggul, karena ia begitu jeli melihat pasar dan mau terus-menerus belajar. Untuk barang-barang tertentu yang modalnya kecil, sengaja ia tidak mengambil untung, bahkan kadang-kadang sengaja ia jual modal saja, hanya sebagai penglaris katanya. Padahal ia tahu, tidak semua barang dagangannya murah. Ada juga barang-barang tertentu yang tidak dijual ditempat saingannnya dia jual dengan harga sedikit lebih mahal, namun pelanggan tetap saja membelinya, sebab sudah terbentuk <em>image</em> dibenak pelanggannya bahwa warung dagangan pak Romly lebih murah dari tempat lainnya. Dari satu item dagangan saja, misalnya tahu, ia bisa meraup keuntungan sebesar Rp.20.000 sehari, belum dari barang lainnya.</p>
<p>Kehidupan sehari-hari pak Romly dan keluarganya tidak berubah, tetap sederhana dan bersahaja. Keuntungan usahanya tidak dibelikan barang mewah atau barang konsumtif lainnya. Sebagian keuntungan ia investasikan membeli sawah di kampungnya di Garut. Di sana, sawah miliknya ditanami padi dan di urus oleh saudaranya dengan sistem paroan (bagi hasil). Jadi setiap panen, pak Romly selalu mendapat jatah beras yang dikonsumsinya untuk kebutuhan sehari-hari, sebagian lagi ia jual di warungnya untuk kebutuhan  pelanggannya, tentu dengan harga murah.</p>
<p>Perputaran usaha Romly dari tahun ke tahun kian berkembang. Istrinya yang bertindak sebagai bendahara sangat pandai menyimpan uang. Setiap hari selalu ia sisihkan uang untuk disimpannya. Uang tersebut katanya uang dingin yang akan digunakan sewaktu-waktu jika ada keperluan yang mendesak atau untuk investasi tambahan. Kalau uang sudah terkumpul cukup banyak, kembali ia berinvestasi, misalnya dengan membeli sebuah rumah butut dengan harga murah. Kemudian rumah tersebut direnovasi dan dijadikan tempat kos-kosan mahasiswa yang memang banyak tinggal di daerah tersebut.</p>
<p>Kini pak Romly dan keluarganya hidup berkecukupan dari usaha mereka. Kiat sukses mereka adalah tekun, pandai-pandai mengatur keuangan, jangan besar pasak dari pada tiang. Dia selalu berpesan agar jangan simpan uang di bank hanya untuk berinvestasi, tapi hanya demi keamanan dan kemudahan saja. Ia mengajurkan agar sebaiknya uang di putar saja dalam bentuk berbagai usaha yang menguntungkan, sehingga setiap uang hasil keuntungan akan beranak pinak menciptakan uang lagi. Ini disebutnya sebagai peternakan uang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=144&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/18/hijrah-dari-sopir-angkot-menjadi-pengusaha-sembako/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/angkutan-kota-1b1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">angkutan kota 1b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/kuli.jpg?w=123" medium="image">
			<media:title type="html">kuli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/gerobak.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gerobak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENINGKATKAN MUTU PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH</title>
		<link>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/08/meningkatkan-mutu-pengajaran-bahasa-dan-sastra-indonesia-di-sekolah/</link>
		<comments>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/08/meningkatkan-mutu-pengajaran-bahasa-dan-sastra-indonesia-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 09:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arinet66</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa dan Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arinet66.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Neulis Rahmawati Selama ini masyarakat menilai pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah kurang menunjukkan hasil yang memuaskan. Siswa kurang memiliki pengalaman berbahasa yang baik.. Diantaranya kemampuan menulis yang kurang memadai, kebiasaan membaca yang tidak mentradisi, kurang mahir berbicara, serta belum mampu mengapresiasi dan berekspresi sastra sesuai dengan harapan. Meskipun kurikulum selalu mengalami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=133&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh : Neulis Rahmawati</p>
<p>Selama ini masyarakat menilai pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah kurang menunjukkan hasil yang memuaskan. Siswa kurang memiliki pengalaman berbahasa yang baik.. Diantaranya kemampuan menulis yang kurang memadai, kebiasaan membaca yang tidak mentradisi, kurang mahir berbicara, serta belum mampu mengapresiasi dan berekspresi sastra sesuai dengan harapan.</p>
<p><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/book-1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-136" title="book 1" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/book-1.jpg?w=150&#038;h=98" alt="" width="150" height="98" /></a>Meskipun kurikulum selalu mengalami perubahan, pelatihan guru dilangsungkan, seminar dan diskusi bergulir, kualitas buku ajar diperbaiki, serta jumlah buku di perpustakaan ditambah. Persoalan tersebut tetap saja selalu muncul ke permukaan.</p>
<p>Sebenarnya pernyataan tersebut tidak selamanya benar. Misalnya, untuk kebiasaan membaca dan menulis, bila kita perhatikan data Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Pusat menyebutkan, pada 2008 lalu tidak kurang dari 12.000 judul buku baru diterbitkan atau 2.000 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Hal ini tampak dari peningkatan jumlah penerbit yang pada 2007 lalu 179 buah, setahun berikutnya menjadi 185 buah,. seperti yang diungkapkan Ketua Ikapi Pusat, Setia Dharma Madjid “Jumlah buku yang diterbitkan terus bertambah . Meski krisis, orang tetap membaca buku.” (Pikiran Rakyat, 5 Februari 2009).</p>
<p>Berarti hal tersebut menunjukkan minat membaca dan menulis mulai<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/membaca_buku.gif"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-138" title="membaca_buku" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/membaca_buku.gif?w=131&#038;h=150" alt="" width="131" height="150" /></a>tumbuh. Meskipun di kalangan remaja minat baca mulai tumbuh dengan membaca buku-buku chiklik dan teenlit, yaitu buku sastra remaja yang digemari masyaraka. Hal itu menunjukkkan kegairahan menulis dan membaca di kalangan remaja masih sebatas genre sastra remaja. Sedangkan sastra di luar sastra remaja kurang dikenal. Terutama, ketika bersentuhan dengan karya sastra yang memerlukan minat dan motivasi belajar serius, khusu, dan mendalam, seperti karya Iwan Simatupang, N.H. Dini, Umar Kayam, Taufiq Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, Seno Gumira Ajidarma, Zawawi Imron, Acep Zamzam N, Jamal D. Rahman, Agus R. Sarjono, dan yang lainnya ,kurang diminati para siswa.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut guru tidak perlu kaku dan berpusat pada dirinya sendiri, tetapi peran dan keberadaan siswa harus dilibatkan. Dengan cara siswa diajak membandingkan sastra remaja sebagai modal dasar dan <a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/baca-puisi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-140" title="baca puisi" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/baca-puisi.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a>tantangan dalam menyampaikan sastra yang lebih serius. Sehingga memperkaya wawasan dan bacaan para siswa untuk berpikir luas dan kritis.<br />
Kegiatan membandingkan sastra remaja dengan sastra yang lebih serius dapat juga dilakukan melalui kegiatan menonton acara baca puisi, cerpen, pergelaran sastra, teater, baik melalui kaset atau VCD maupun pertunjukan langsung. Sekolah (guru dan siswa) juga dapat kerjasama dengan komunitas baca atau taman bacaan dan sanggar kesenian yang ada di sekitar lingkungan sekolah sehingga dapat melaksanakan kegiatan workshop menulis sastra, membaca puisi, bahkan mementaskan drama.</p>
<p>Upaya lain untuk meningkatan mutu pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia<a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/21_st_century_education.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-141" title="21_ST_CENTURY_EDUCATION" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/21_st_century_education.jpg?w=300&#038;h=208" alt="" width="300" height="208" /></a> dapat dilakukan dengan melaksanakan inovasi pembelajaran termasuk dalam memanfaatkan alat-alat teknologi atau information communication technology (ICT) School Models.</p>
<p>Untuk bisa menguasai dan menerapkan teknologi tersebut diperlukan pelatihan-pelatihan langsung kepada guru melalui diklat-diklat yang memberi kesempatan kepada guru untuk terjun langsung memanfaatkannya tidak hanya pendidikan dan pelatihan yang memberikan bekal teori-teori saja. Seperti Diklat Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra (MMAS), yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah mampu memberikan kesempatan kepada guru untuk mampu menulis dan mengapresiasi sastra. Sehingga guru dapat menjadi model dalam menyajikan materi kepada para siswanya.</p>
<p>Begitupun dengan kegiatan Musawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) harus lebih diintensifkan dengan bantuan pihak sekolah dan dinas setempat Hal tersebut dilakukan untuk menambah pengetahuan para guru dalam mengikuti perkembangan teknologi pendidikan, model, cara, dan teknik mengajar yang mutahir. Sehingga mampu mengikuti kemajuan bahasa dan sastra Indonesia yang terus berkembang.</p>
<p><a href="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/presentation.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-142" title="presentation" src="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/presentation.jpg?w=284&#038;h=300" alt="" width="284" height="300" /></a>Dalam meciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan guru dapat memanfaatkan berbagai media misalnya Tape Recorder, OHP, LCD, maupun VCD, yang memutar pembacaan puisi, cerpen, pergelaran drama, atau film yang kental unsur sastranya. Sekali-kali guru juga dapat mencoba menghadirkan sastrawan lokal atau nasional di kelas untuk langsung berdiskusi dengan para siswa. Jika ada masalah berkaitan dengan dana (pengadaan media atau mengundang sastrawan) pihak pengelola sekolah harus membantunya.</p>
<p>Kegiatan pembelajaran supaya menarik perhatian siswa dapat juga dilakukan dengan membawa siswa pada suasana belajar di luar kelas atau di alam terbuka dengan mengambil objek alam (laut, pantai, sungai, gunung, perkebunan, pesawahan, dan pedesaan), lingkungan di sekitar sekolah, budaya (peninggalan sejarah, museum, kesenian, kerajinan), industri, teknologi, dan sebagainya.</p>
<p>Pempelajaran di luar kelas sebaiknya difokuskan pada kegiatan ekspresi bahasa misalnya membaca karya, menulis karangan, menulis karya sastra, menulis resensi, menulis hasil wawancara, dan yang lainya.<br />
Pengelolaan kelas dalam proses belajar mengajar harus berorientasi pada keperluan siswa dan sesuai dengan perkembangan kejiwaan siswa. Sehingga siswa dapat menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana berkomunikasi yang akan memperkaya wawasan berpikir dan berekspresi. Seperti yang diungkapkan oleh Dendy Sugono dan Sugiyono dari Pusat Bahasa Depdiknas, bahwa penguasaan dan kemampuan berbahasa secara baik dan benar akan menuntun siswa berfikir teratur dan bertindak tertib. Di dalam kurikulum 2004 guru diberi kebebasan berkreasi mengembangkan bahan ajar yang inovatif, menarik, menyenangkan, mengasikkan, mencerdaskan, dan membangkitkan kreativitas siswa.</p>
<p>Dalam proses belajar mengajar semua guru harus memberikan keteladanan kepada para siswa dalam penggunaan bahasa Indonesia, baik dalam membimbing siswa belajar di kelas maupun dalam memeriksa hasil belajar para siswanya. Begitupun dalam penggunaan bahasa lisan saat berinteraksi di kelas maupun di luar kelas. Penggunaan bahasa tulis dalam pembuatan tugas-tugas menulis. Para guru selain memeriksa kebenaran substansi, harus mengoreksi juga penggunaan bahasa Indonesia para siswanya. Pemberian penilaian harus mempertimbangkan aspek penggunaan bahasanya. Hal ini berlaku tidak hanya untuk guru bahasa Indonesia saja tetapi guru bidang studi yang lainnya juga sama.</p>
<p>Kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia para siswa tersebut akan mendorong siswa lebih berhati-hati dalam penggunaan bahasa Indonesia sehingga memberikan pengalaman kepada para siswa dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai dengan situasi, tujuan, tempat, media, dan sebagainya.</p>
<p>Sasaran peningkatan mutu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di sekolah meliputi: siswa, guru, petugas tata usaha, dan kepala sekolah. Peningkatan itu dapat berupa pertemuan tatap muka seperti pembelajaran di kelas atau di luar kelas bagi siswa, penyuluhan, pelatihan, dan penataran bagi para guru, pemanfaatan alat-alat teknologi, penyediaan berbagai buku, seperti kamus, tata bahasa, dan panduan atau pedoman penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar.</p>
<p>Pendidikan bahasa Indonesia di sekolah ditujukan untuk menumbuhkan kepedulian siswa, guru, tata usaha, dan kepala sekolah terhadap bahasa dan sastra Indonesia.<br />
Kepedulian itu pada gilirannya diharapkan akan meningkatkan sikap positif mereka terhadap bahasa Indonesia dan sastra Indonesia baik sebagai lambang identitas dan kebanggaan bangsa, persatuan dan kesatuan bangsa, pembangkit rasa solidaritas kemanusiaan maupun sebagai sarana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Semoga.</p>
<p><strong>Catatan :</strong></p>
<p>- Penulis adalah Guru Bidang Studi Bahasa dan Sastra Indonesia SMAN 24 Kota Bandung.</p>
<p>- Sumber tulisan asli : <a title="Neulis Rahmawati Blogs" href="http://neulisrahmawati.blogspot.com/2009/03/meningkatkan-mutu-pengajaran-bahasa-dan.html">Blog Neulis Rashmawati</a></p>
<p style="text-align:center;">* * *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arinet66.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arinet66.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arinet66.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arinet66.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arinet66.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arinet66.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arinet66.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arinet66.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arinet66.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arinet66.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arinet66.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arinet66.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arinet66.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arinet66.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arinet66.wordpress.com&amp;blog=5842608&amp;post=133&amp;subd=arinet66&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arinet66.wordpress.com/2010/01/08/meningkatkan-mutu-pengajaran-bahasa-dan-sastra-indonesia-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf28f23141f6e601c22a73effc13fa9d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arinet66</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/book-1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">book 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/membaca_buku.gif?w=131" medium="image">
			<media:title type="html">membaca_buku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/baca-puisi.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">baca puisi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/21_st_century_education.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">21_ST_CENTURY_EDUCATION</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arinet66.files.wordpress.com/2010/01/presentation.jpg?w=284" medium="image">
			<media:title type="html">presentation</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
